Masjid Baitul Makmur – Monang Maning, Denpasar

Sebelumnya mohon maaf, edisi kali ini terpaksa ustadznya ikutan nampang. Semoga tak menghalangi pemandangan masjidnya. Dan juga mohon maaf apabila wajah sang ustadz terlihat sedikit gelap, itu hanya sedikit ngantuk habis pengajian, dan juga karena faktor pencahayaan..

Lanjot..

Masjid Baitul Makmur, masjid ini sesuai dengan namanya; Makmur alias sukses. Ta’mir dan jama’ahnya tahu bagaimana cara memakmurkan masjid. Salah satu indikasi masjid makmur adalah jama’ah shalat wajibnya berjubel. Dan itulah yang terjadi di Masjid Baitul Makmur Denpasar ini.

Shalat Subuh dimasjid ini, terutama akhir pekan, bisa mencapai 1000 jama’ah. Tak usahlah tanya shalat Maghrib, Isya’ atau Jum’atnya. Sampean pernah shalat Subuh bersama ribuan jama’ah? Kalau pernah, yang didapat adalah perasaan bergetar saking haru dan bersyukurnya.

Dan jangan kaget kalau shalat Subuh berjama’ah itu ada di sebuah masjid di Pulau Dewata Bali! Alhamdulillah, sungguh membanggakan kiprah para muslimin dan muslimat di Bali, bisa menjadi inspirasi bagai saudara-saudara di belahan pulau lain di Indonesia, bahwa meskipun sebagai minoritas, umat Muslim di Bali bisa memberi contoh yang sangat menggetarkan dada, tentang bagaimana meramaikan atau memakmurkan masjid itu.

Seperti yang dicontohkan oleh jama’ah masjid Baitul Makmur Denpasar, Bali.
Subuh di Masjid Maitul Makmur Denpasar
Interior masjidnya juga luks. Sepanjang mata memandang, lantai dan dindingnya didominasi keramik, granit dan marmer. Mulus. Bacaan imamnya juga aduhai. Taburan lampunya jga berkesan lembut.

Sebagai penggemar shalat 5 waktu berjamaah di masjid, kecuali tentu pas ada halangan syar’i, sakit misalnya, saya sangat antusias untuk selalu menyempatkan diri mampir di masjid ini. Maklum, rumah saya ke Baitula Makmur perlu sekitar 30 menit naik motor.

Apalagi kalau denger akan ada ustadz terkenal yang ada jadwal memberi ceramah disana, seperti Ustadz Bachtiar Nasir, dan banyak ustadz terkenal lainnya, alhamdulillah saya selalu menyempatkan diri untuk mendatanginya.

Gak rugi nok, jauh-jauh merantau ke Bali :)

Pokoknya tiada kata terucap selain: 4 Jempol Diangkat! Alhamdulillah..