Entah sudah berapa milyar kali, Allah Swt selalu memberikan kemudahan kepada keluarga kami. Berkenaan dengan banyak kemudahan yang diberikan Nya itu, saya selalu menyebutnya sebagai keajaiban, bukan lagi kemudahan. Itulah yang barusan terjadi, dalam kisah nyata keluarga kami, bulan lalu.

Bersepeda Ke SekolahSebelumnya, anak kami kelas 5 SD berkata, bahwa dia ingin bersepada saja tiap hari berangkat ke sekolah. Tak usah diantar lagi.

Selintas, itu adalah permintaan kecil. Tapi, menjadi besar tatkala rute menuju sekolahnya adalah perpaduan berbagai macam kendaraan seperti bus, truk, mobil, motor kencang, gerobak.

Kami orang tuanya tentu mengeryitkan dahi dulu. Apa bisa, dan apa tega?

Dengan berucap bismillah, kami luluskan juga permintaan anak kami, walaupun dengan hari dag dig dug.

Allahu Akbar, alhamdulillah, tak sampai seminggu, anak kami memberi kabar gembira:

Ternyata, anak kami sudah tak perlu lagi bersepeda melalui rute seram itu. Apa pasal?

Tak disangka tak dinyana, ada temannya yang menunjukkan jalan pintas, yaitu lewat bagian belakang sekolah yang hanya selebar setengah meter, tembus ke pemukiman penduduk, menyisiri sawah yg indah, dan tiba dirumah. Gitu aja!

Sungguh menyenangkan. Betapa lega hati ini..

Allah Ta’ala telah menggantikan rute anak kami dari rute yang ramai ke rute yang aduhai: tanpa bus, tanpa truk, tanpa nyebrang jalan, penuh pemandangan sawah, plus jarak tempuh yang lebih pendek. Kurang bersyukur apa lagi?

Ternyata memang benar, dan kita sering melupakannya. Bahwa untuk meraih apapun yg diinginkan, sebetulnya kita hanya perlu berkomitmen sembari teriak: “YES, I CAN!”

Diteriakkan dengan sangat sungguh-sungguh sepenuh hati, dan siap dengan resikonya.

Kadangkala bahkan kita tak perlu menjalankan apa yang telah kita teriakkan itu.

Allah Ta’ala tak akan pernah menguji hambanya, diluar batas kemampuannya.

Persis seperti nabi Ibrahim yang siap dilemparkan ke kobaran api maha dahsyat, tapi toh apinya menjadi dingin dengan ijin Allah Ta’ala.

Pun juga siap sungguh-sungguh menyembelih putra satunya-satunya, yang dirindukannya puluhan tahun, tapi toh digantikan oleh seekor domba.

Anda kan tahu, hanya orang yang berani mengambil resiko yang akan sukses.

Betul, orang bermental Risk Taker akan berpeluang Gagal atau Berhasil.

Tapi orang yang bermental sebaliknya, sudah Pasti Gagal.

Silakan disimak ayat Alquran tentang kemudahan urusan berikut ini:

Fa-inna ma’al ‘usri yusran. “Sesungguhnya, sesudah kesulitan itu ada kemudahan”.

Arif Haliman

Facebook: https://www.facebook.com/arif.haliman