Even Pesta Wirausaha 2016, yang sudah dihelat di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur 3 – 5 Mei kemarin, bagi kami kru MuslimBusana.com menyisakan banyak cerita tersendiri. Cerita yang kami rasa perlu dibagikan kepada pembaca setia blog MuslimBusana.com. Disamping sebagai dokumentasi bagi kami, juga mungkin bisa membawa inspirasi dan semangat baru bagi pembaca.

Komunitas Tangan Diatas

Seperti mungkin sudah diketahui, even (yang disebut Milad) ini adalah hajatan tahunan komunitas Tangan Diatas (www.TanganDiatas.com). Pada tahun 2016, hajatan akbar ini adalah yang ke 6 kalinya.

Alhamdulillah, kali ini semua kru MuslimBusana.com hadir dengan penuh semangat dan gegap gempita. Kami semua ber 6 (owner dan karyawan) menghadiri pesta ini secara bersama-sama. Di semua acara-acara milad sebelumnya, biasanya hanya owner yang menghadirinya.

Dalam perjalanannya, owner memulainya dari bandara Ngurah Rai Bali di kota Denpasar, dimana homebase MuslimBusana.com berada. Dari bandara Bali kami menuju bandara Juanda Surabaya untuk menjemput beberapa karyawan yang ber homebase di kota Mojokerto, Jawa Timur. Untuk diketahui, kami juga memiliki toko offline di kota tersebut.

Setelah menunggu beberapa jam di bandara Juanda Surabaya, pesawat melanjutkan penerbangannya untuk menerbangkan kami menuju bandara Soekarno-Hatta Jakarta. Bandara yang lebih dikenal dengan sebutan bandara Cengkareng ini berdekatan dengan wilayah Jakarta Barat, walaupun secara geografis berada di kota Tangerang.

Sesampainya di ibukota, karena hari masih sangat pagi, kami tak perlu buru-buru untuk segera menuju lokasi Milad di TMII, Jakarta Timur. Oleh karena itu, kami memutuskan naik bus damri trayek bandara Cengkareng menuju TMII. Sekalian menikmati gedung-gedung jangkung ibukota yang hampir tak ada di Denpasar. Perjalanan yang ditempuh sekitar 1 jam ini bertarif Rp 40rb/orang.

Sebelumnya, perlu diketahui bus damri tidak turun tepat di TMII. Tapi ada jarak sekitar 4 kilometer. Hal ini tidak masalah, karena kita bisa lanjut dengan naik angkutan umum kecil lainnya dengan tarif Rp 3rb/orang menuju pintu masuk TMII.

Sesampainya dilokasi milad, aura acara sudah terlihat. Tapi, sebelum nyemplung masuk ke lokasi utama acara milad di Sasara Kriya TMII, kami melakukan acara maha penting dulu lainnya: SARAPAN :) .

Puas mengisi perut, kami memasuki Sasana Kriya, ruang utama milad PW.

Dan, aura khas PW pun langsung menyeruak.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, salah satu ciri khas milad yang diadakan komunitas ini adalah: para pengunjung didominasi wajah muda (usia 20 – 35).

Hal ini tentunya sangat menggembirakan. Para pemudanya sudah memulai bisnis di usia yang masih muda seperti mereka.

Bukan berarti tidak ada usia diatas 35. Ada. Dan banyak sebetulnya. Namun, mereka seolah melebur ke usia lebih mudah lagi karena saking bersemangatnya mengikuti acara secara penuh selama 3 hari itu.

Mereka berasal dari seluruh Indonesia. Perlu diketahui, komunitas TDA pada usianya yang ke 10 tahun ini, sudah berdiri di banyak propinsi yang ada di Indonesia.

Sejatinya, banyak sekali acara yang diadakan, tak melulu seminar dan bazar. Tentu, tidak semua bisa kami hadiri.

Secara umum, lokasi acara PW dibagi menjadi 2 kelompok, yang pertama yaitu panggung Inspirasi. Ini adalah panggung utama (main stage). Disini yang menjadi pembicara adalah para pengusaha dan motivator yang sudah dikenal luas secara nasional, seperti Sandiaga Uno, Mooryati Soedibyo, Hasnul Suhaimi dan Tung Desem Waringin.

Panggung utama ini lebih banyak bernuansa motivasi dan semangat, pengalaman dan cerita sukses, serta building team dan leadership (kepemimpinan). Ini biasanya lebih cocok untuk para senior dan pemilik bisnis.

Kelas Teknis Pesta WirausahaSedangkan panggung yang kedua, yaitu panggung Kelas. Panggung kelas berada diluar ruangan panggung utama. Di acara PW 2016, ada 2 ruangan kelas.

Panggung kelas ini kental dengan nuansa praktek, atau action.

Yang dibahas disini lebih spesifik, yaitu seputar tips how to dan strategi penerapan bisnis.

Sangat terasa berbeda dibanding milad PW tahun-tahun sebelumnya, PW 2016 ini sarat dengan muatan yang berbau online.

Hal ini sejalan dengan semakin maraknya bisnis di Indonesia yang dijalankan secara online oleh pelaku bisnis, baik itu start up atau yang sudah mapan. Sejalan dengan semakin baiknya penetrasi internet di Indonesia, semakin berkembang pula platfon media online yang menjajakan dagangan secara online.

Sekarang ini, pelaku bisnis online ramai-ramai membawa bisnisnya menempel di marketplace yang ada, seperti BukaLapak dan Tokopedia. Tak sedikit yang mengusung FB (baik FB ads ataupun gratisan) sebagai nyawa bisnisnya. Pun tak terhitung juga yang mengandalkan website pribadi sebagai senjata utamanya.

Bagaimana dengan Instagram? Tentu ini juga tak ketinggalan.Menunggu boarding di bandara Halim

Sehingga tak heran, para pembicara di panggung kelas didominasi oleh para pelaku aktivitas online terkenal di Indonesia, seperti BukaLapak, OLX, Dewa Eka Prayoga, Ahmad Zaky, Dian Pelangi, dsb.

Tak ketinggalan perwakilan ataupun partner di Indonesia dari raksasa online dunia seperti Facebook dan Google, turut hadir sebagai pembicara di milad. Mereka berbicara seputar tips yang sedang ngetren di Indonesia, yaitu berbisnis di FB dan Google, utamanya dengan menggunakan FB ads dan Google Adwords.

Tema milad Pesta Wirausaha 2016 kali ini yang banyak mengusung isu pemasaran online, sebetulnya sejalan dengan misi MuslimBusana.com yang juga sedang fokus di penjualan online ini. Sehingga ini sangat menyenangkan kru MuslimBusana.com

Jika di tahun-tahun sebelumnya, utamanya owner MuslimBusana.com, sekitar 90% alokasi waktu lebih banyak berada di panggung utama, di tahun ini sekitar 50% saja berada di panggung utama, dan 50% di panggung kelas. Hal ini demi untuk lebih mendengar lebih banyak isu-isu yang berkaitan dengan online marketing, yang memang sedang booming, yang banyak diajarkan di panggung Kelas.

Tak terasa hari sudah mencapai hari ke 3. Selain sebagai relaksasi, kehadiran kami di milad ini tentu saja untuk menambah ilmu bisnis kami, sembari menjaga asa dan semangat dalam menjalankan bisnis kedepannya.

Otak kami sudah dijejali oleh segala macam perkembangan bisnis terbaru yang ada. Dengan banyaknya harapan dan cita-cita kami kedepannya, kami mengharap ridho Allah Swt untuk senantiasa dimudahkan dalam segara urusan, dilapangkan semua hajat-hajat kami, dan tetap bisa membawa manfaat kami sesama.

Batik AirOiya, untuk sekedar diketahui, selama 2 malam kami menginap didalam area TMII. Malam pertama kami menginap di anjungan Nusa Tenggara Timur (NTT) dan malam kedua di Graha Wisata. Keduanya sangat direkomendasikan untuk diinapi. Hanya kalau membawa rombongan, lebih baik di Graha Wisata saja, karena lebih murah.

Dalam penerbangan balik kami, bandara Halim Perdanakusumah Jakarta Timur telah kami pilih. Jadi, bandara Halim ini adalah bandara ke 4 yang kami temui dalam rombongan sirkus kami kali ini.

Sungguh sebuah perjalanan yang luar biasa.

Semoga Allah Swt mempertemukan kita lagi di milad-milad Pesta Wirausaha berikutnya. Aamiin.