Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bali, dua hari yang lalu menghadirkan ustadz Yusuf Mansur untuk berkenan memberikan ceramah agama di Bali. Menurut panitia, jadwal ceramah ustadz di seluruh Indonesia sangat padat. Bisa berceramah di masjid ini, sudah sepantasnya untuk kita disyukuri. Dan memang, ceramahnya dalam Tabligh Akbar ini cukup singkat, hanya sekitar 1 jam. Mengambil tempat di Masjid Agung Sudirman Bali, ustadz menyampaikan materi ceramah yang sudah menjadi ciri khasnya: sedekah.

Bagi saya, ini adalah pertama kalinya bisa menatap langsung ustadz Yusuf Mansur, setelah sebelumnya tahu lewat televisi, atau bukunya. Saya bersyukur sekali dan alhamdulillah. Sang ustadz yang berperawakan sedang ini, tampil dengan gaya santai: songkok haji warna putih dan baju koko motif batik gelap, serta celana panjang hitam. Lewat gaya bahasa Betawian, para hadirin yang memenuhi ruang utama Masjid Agung Sudirman Bali seringkali tertawa oleh beberapa leluconnya. Namun, tidak jarang juga manggut-manggut merenungi apa yang di-taudziah-kan ustadz pendiri Pondok Pesantren Daarul Quran Internasional (pondok pesantren penghafal Al-Quran) mengenai keajaiban sedekah.

Dalam penuturannya di ruang shalat utama salah satu masjid di Bali ini, dalam hal bersedekah, kita harus melakukan akselerasi spontan. Misalnya, kalau selama ini kita bersedekah, atau berzakat, hanya beberapa persen dari gaji bulanan kita, maka mulai gajian bulan depan, sedekahkan 100%! Jangan tanggung-tanggung. Lalu, bagaimana dengan makan anak dan istri kita bulan depan? Serahkan kepada Allah.

Ustadz Yusuf Mansur dalam memotivasi orang untuk bersedekah, lewat contoh atau cerita yang dia sampaikan, memang tidak tanggung-tanggung. Anda berencana naik haji bersama istri dan uang masih terkumpul, misalnya 20 juta saja? Maka sedekahkan saja semua 20 juta itu. Anda ingin mampu membeli mobil? Maka sedekahkan saja seluruh simpanan Anda, yang dimaksudkan untuk membeli mobil itu.

Kalau kita ingin berubah dalam kehidupan ini, misalnya dari miskin menuju kaya, maka lakukan juga perubahan spontan: lakukan sedekah secara pol! Ibarat menekan kopling mobil, tekan paling dalam, lalu lepaskan sembari menekan gas, maka mobil itu akan melesat jauh kedepan.

Wassalam,

Arif Haliman