Sudah ngurus paspor, bukan berarti otomatis sudah pergi ke luar negeri. Sudah rajin shalat di masjid, bukan berarti lantas surga mudah didapat. Seperti itulah permisalan orang yang sudah shalat 5x berjama’ah di masjid, tapi aslinya, surga masih jauh. Masih perlu berbagai usaha berlebih lainnya, agar surga yang dijanjikan itu semakin mendekat.

Nah, diantaranya, inilah berbagai usaha berlebih itu, yang harus diakui seringkali kita entengkan:

1. BERWUDHU SEBELUM KE MASJID
“Barangsiapa bersuci (berwudhu) di rumahnya, kemudian dia berjalan menuju salah satu rumah Allah untuk menunaikan kewajiban yang Allah wajibkan, maka satu langkah kakinya akan menghapuskan kesalahan dan langkah kaki lainnya akan meninggikan derajat.” (HR. Muslim).

Boleh berwudhu nanti saja di masjid, tapi Anda kehilangan pahala yang dimaksud diatas.

Ini juga bisa diartikan, jauhnya jarak menuju masjid akan membawa pahala berlebih. Beruntung sekali orang yang jarak rumahnya jauh dari masjid, dibanding mereka yang berjarak dekat.

2. TIBA LEBIH AWAL DI MASJID
Dengan datang lebih awal menunggu waktu shalat, artinya kita tidak masbuq (tertinggal). Artinya kita tiba dengan tenang, tak tergopoh-gopoh. Artinya, kita akan mendapatkan banyak hal luar biasa seperti ini:

– Silaturahiim (bersalaman dengan jama’ah lain)
– Berdzikir sebelum shalat
– Menjawab adzan
– Menjawab iqomat
– Waktu berdoa mustajabah (manjur tak tertolak) diantara adzan dan iqomat
– Mendirikan shalat sunnah tahiyatul masjid
– Mendirikan shalat sunnah qabliyah
– Tak tertinggal bacaan Fatihah bersama imam shalat

Banyak sekali amalan yang bisa dikerjakan sembari menunggu waktu shalat. Dan ini seringkali tak kita lakukan, padahal pahalanya luar biasa.

Coba simak juga hadist berikut ini:

“Barangsiapa duduk di masjid dalam rangka menunggu shalat maka dia terhitung dalam keadaan shalat.” HR. an-Nasa’i dan Ahmad.

3. BERDIZIKIR DAN BERDOA USAI SHALAT
Shalat tanpa dzikir dan doa setelahnya, bagaikan punya sepasang sandal bagus dan bermerek, tapi satunya ilang. Janggal. Hambar. Jelas tak enak dipakainya.

Dan lagipula, berdzikir lalu berdoa setelah shalat itu sudah disyariatkan oleh Nabi. Sayang seribu sayang kalau kita lgsung pergi tanpa menyempatkannya.

Tak hanya itu, langsung ngacir usai shalat juga tak mendapat pahala shalat ba’diyah. Sampean kan tahu, semua shalat sunnah ini, berfungsi sebagai penambah pahala, sekaligus ‘penambal’ apabila shalat wajib kita tadi kurang sempurna.

Pertanyaannya: yang sudah rajin ke masjid saja jalannya surga masih jauh, gimana lagi dengan nasib orang yang masih males-malesan ke masjid?

Padahal, shalat ini adalah pembeda dengan orang kafir.

Padahal, shalat ini berada di No. 2 dalam rukun Islam, setelah ber Syahadat.

Padahal, shalat ini yang nantinya akan ditanyakan pertama kali kelak.

Bagus shalatnya, insya Allah yang lain jga bagus. Jelek shalatnya, yang lain sudah pasti jelek. Jadi, shalat maha penting.

Terutama kalau sampean adalah lelaki (termasuk Suami sampean), shalat berjama’ah dimasjid oleh sebagian ulama dihukumi Wajib. Beberapa (mayoritas) sunnah muakkadah (SANGAT dianjurkan).

Dosa besar kalau sampai menyepelekannya.

Dan harap diingat, diatas segalanya, motivasi tertinggi untuk shalat berjama’ah di masjid adalah:

Ikhlas karena Allah semata. Bukan karena yang lain. Insya Allah.

Arif Haliman

Facebook: https://www.facebook.com/arif.haliman