Lazimnya hotel, tentu didalamnya ada restoran atau minimarket yang juga lazim menjual minuman. Dari berbagai macam minuman itu, minuman keras atau yang mengandung alkohol biasanya wajib ada dijual disana. Namun, di Bayt Kaboki Hotel Kuta, minuman beralkohol itu insya Allah tidak akan ditemukan.

Bayt Kaboki Hotel Kuta BaliBisa dibilang kalau Bayt Kaboki Hotel ini adalah hotel syariah pertama yang ada di Bali. Hotelnya memang bercitarasa islami.

Berlokasi di Denpasar dan sangat dekat dengan Kuta dan hanya 10 menit dari bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, hotel ini bisa menjadi jujugan alternatif apabila Anda ingin bermalam di Bali.

Dengan mengusung slogan Hotel Keluarga – Hotel Tanpa Alkohol, setidaknya kita sudah bisa membayangkan seperti apa hotel ini.

Sewaktu owner MuslimBusana.com berkesempatan bermalam disana, gambaran komplet hotel ini menjadi semakin terang.

Secara umum, hotel ini sama dengan hotel-hotel lain yang non syariah, seperti punya kolam renang, staf yang ramah, kamar yang bersih, taman yang tertata rapi, dsb.

Kecuali itu, di Bayt Kaboki Hotel terdapat mushola. Alih-alih shalat sendiri-sendiri di kamar masing-masing, shalat berjamaah di mushola hotel tentu akan lebih berarti.

Terlebih, seperti kalau Anda menginap bersama rombongan komunitas. Shalat berjamaah di mushola hotel tentu terasa lebih plong daripada shalat di sebuah ruangan yang disulap tiba-tiba menjadi ruang shalat, seperti di hotel-hotel konvensional yang tak punya mushola.

Bayt Kaboki Hotel PoolPerbedaan lain dengan hotel konvensional, di kamar hotelnya disediakan kitab suci Al-Qur’an. Juga disediakan sajadah. Tak ketinggalan berbagai majalah islami seperti Paras dan Ummi juga eksis disana.

Untuk restorannya (yang menjagokan menu ikan bakar) sudah bersertifikat halal LPPOM/MUI Bali.

Penampilan staf hotelnya juga punya nuansa sedikit berbeda. Yang wanita hampir semuanya berhijab (ada seorang staf wanita yang tidak). Staf prianya juga banyak yang berkopiah.

Dilihat dari lokasi hotel, sebenarnya Bayt Kaboki kurang strategis, karena perlu keluar dari jalan utama sejauh lebih kurang 500 meter. Jadi orang tidak langsung tahu bahwa ada hotel keluarga tanpa alkohol di Bali.

Tapi ceruk bisnis yang digarap hotel ini tetap saja menjanjikan, yaitu hotel keluarga yang menawarkan ketenangan hati dengan tanpa alkohol didalamnya.

Walaupun beroperasi di Bali, tapi tetap saja turis lokal yang berkunjung ke Bali mayoritas adalah Muslim.

Kalau boleh berpendapat, hotel ini harus lebih serius dalam menggarap komunitas, terutama komunitas muslim. Atau komunitas non muslim yang konsen dengan prioritas keluarga.

Apapun plus minus hotel bernapaskan Islam di Bali ini, dengan semangat hanya mengharap ridho Allah SWT semata (lillahi ta’ala), kami merekomendasikan siapa saja yang ingin melihat ekonomi syariah lebih disemarakkan.