Anak kami yang berusia TK, pernah menuai pujian di dua momen Lebaran. Pujian yang berkenaan dengan ibadah shalatnya. Pengalamannya sendiri, untuk anak seusianya, sungguh luar biasa. Dan rasa-rasanya, memang dia pantas untuk menerima pujian itu.

Anak TK Susan Shalat di MasjidCeritanya, Ramadhan tahun kemarin, sepulang shalat tarawih, Susan lapor: “Bi..abi.., tadi lho ibu-ibu di masjid memuji Cucan, katanya Cucan kalau shalat pintar; shalat sampai selesai, tidak lari-lari, tidak omong..”.

Alhamdulillah semua anak kami memang terbiasa untuk diajak pergi ke masjid. Hampir tiap hari tak pernah absen, terutama shalat maghrib.

Oleh karena itu, kalau diajak shalat di masjid, mereka biasanya sudah pintar tata tertib. Tahu aturan atau adab bagaimana seharusnya ketika berada didalam masjid.

Lalu cerita Syawal tahun ini, sepulang shalat subuh di masjid, Embahnya yang lapor: “Susan tadi pintar. Shalat ketinggalan 1 rakaat, dan ketika semua jama’ah salam, dia lalu berdiri untuk meneruskan rakaat terakhir.”

Pantes, dari bagian laki-laki, saya mendengar dari barisan wanita kok ada suara sedikit heboh :)

Tumben subuh-subuh gitu ada suara nyaring.

Ternyata mereka saling tanya kamu ini anak siapa? Kok tumben ada anak kecil ikut shalat subuh?? Dan tentu tak lupa sambil memujinya.

Anda tahu, anak TK ikut shalat subuh itu sudah ajaib.

Lebih ajaib lagi ketika semua salam, dia tahu aturan harus berdiri untuk menggenapkan jumlah rekaatnya, karena memang dia masbuk.

Anak-anak itu perlu dipuji, untuk kehebatan yang mereka lakukan.

Pujian dari 1 atau 2 orang saja (mungkin bapak dan ibunya), insya Allah sudah bisa membuat mereka memeluk erat pujian itu sepanjang masa. Apalah lagi pujian dari orang semasjid?

Semoga engkau diberi nikmat oleh Allah SWT nak.., menjadi hamba yang selalu mendirikan shalat sepanjang hidupmu! Aamiin.