Ramadhan semakin mendekat, dan sudahkah kita mempersiapkan diri menyambutnya? Banyak sekali persiapan yang bisa kita lakukan. Dari sekian banyak persiapan itu, saya ingin berbagi sedikit dari salah satu persiapan yang saya lakukan di keluarga saya, yaitu, menyingkirkan tv!

Bagi saya pribadi, menyingkirkan barang ajaib ini adalah langkah penting. Khususnya selama Ramadhan, memindahkannya kedalam gudang adalah pilihan terbaik. Bukan rahasia lagi, tontonan tv di Indonesia adalah mayoritas sampah. Dan selama bulan ramadhan, biasanya bau sampahnya semakin menyengat. Bisa dipastikan, hampir semua sinetron akan berbalut ramadhan, yang sialnya, justru menjauhkan orang dari semangat beramadhan.

Kita bisa lihat, dengan berbusana muslim dan berkerudung, dengan santainya skenario sinetron itu, lewat para artisnya bisa mengumpat, mencaci maki, merencanakan pembunuhan, merencanakan penyantetan, dan hal-hal konyol lainnya khas sinetron Indonesia. Dengan dibumbui salam-salam khas muslim di berbagai aktingnya, seakan-akan hal seperti itu adalah hal yang islami.

Tidak ketinggalan acara-acara disekitaran menjelang berbuka dan sahur. Bisa kita saksikan acara menyambut buka puasa dengan dibumbui lelucon-lelucon kasar dan konyol. Tunggu saja menjelang sahur, kita akan ditemani sahur dengan para banci. Dengan gerakan-gerakan melambai yang terlihat, saya tidak berpikir akan bisa menyantap makan sahur dengan lancar.

Betul akan ada acara ceramah agama di tv. Tapi, saya menjamin, khususnya bagi para wanita atau ibu-ibu, para ustadz dan kiai itu akan terlewat dengan mudah. Lagipula, acara ceramah agama tidak ditempatkan di waktu yang memihak para wanita. Biasanya, ceramah agama akan berlangsung beberapa menit menjelang berbuka puasa dan sahur. Para ibu jelas tidak bisa mengikuti, soalnya sedang mempersiapkan makanan. Jangan ditanya waktu menjelang sahur, para ibu tidak hanya sibuk menhangatkan makanan, juga sibuk membangunkan suami dan anak-anaknya yang masih pulas mendengkur.

Waktu yang paling memungkinkan bagi para ibu-ibu untuk menonton tv adalah waktu istirahat, yaitu sesudah berbuka dan shalat maghrib. Apakah para wanita itu akan menjumpai para ustadz atau ustadzah sedang menyampaikan  ceramah agama? Tidak. Mereka akan menjumpai para artis yang bertingkah polah tidak karuan itu lewat layar sinetron di tv mereka.

Buru-buru istri kita akan akan berangkat shalat taraweh di masjid, sekedar mendampingi buah hati untuk belajar mempersiapkan pelajaran sekolah besok pagi saja pasti akan terlewat, tergantikan oleh acara menonton sinetron.

Jadi, mari kita ambil langkah aman untuk keluarga tercinta kita… Jelang Ramadhan, singkirkan tv!

Wassalam,

Arif Haliman