Shalat taraweh Anda masih belum bolong pada malam ke 13 ini? Ucapkanlah syukur alhamdulillah, karena sesungguhnya Allah SWT begitu menyayangi Anda karena nikmat iman dan kesehatan masih dilekatkan kepada Anda, sehingga ibadah sunnah namun sarat pahala ini masih bisa Anda tunaikan.

Sekali lagi, shalat taraweh adalah ibadah sunnah. Selintas, ibadah ini kerap kita lalaikan, dengan hanya mendirikannya kalau sedang bersemangat saja. Atau kita melakukannya hanya sebatas didalam rumah, tidak berjamaah di masjid. Atau, walaupun kita sudah melakukannya di masjid, namun dengan ‘penampilan’ yang asal-asalan.

Saya pribadi, dan juga jamaah lainnya, seolah diingatkan oleh penceramah shalat taraweh malam ini di Masjid Ahmad Dahlan, SMU Muhammadiyah Denpasar, Bali. Walaupun ibadah shalat taraweh ‘kelasnya’ masih dibawah ibadah shalat wajib seperti shalat Jum’at, namun semestinya penampilan kita harus tetap pantas di hadapan Allah.

Maksudnya, hendaknya pakaian yang kita kenakan adalah pakaian yang senantiasa bagus dan wangi, seperti halnya kita berpakaian untuk shalat Jum’at. Janganlah memakai kaos oblong, misalnya. Ingat, kita akan menghadap kepada tuhan, yaitu Allah SWT, bukan sekedar menghadap lurah, bupati, gubernur atau presiden. Menghadap lurah atau gubernur saja pakaian kita sudah sedemikian dahsyatnya, lha kok giliran menghadap Allah sang pemilik segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi, pakaian kita jauh dari kesan bagus.

Shalat taraweh yang dilakukan secara berulang-ulang selama 30 hari penuh ini, memang kerap membawa kelalaian, seperti dari cara kita berpakaian. Sekali lagi, mari kita usahakan untuk selalu mengenakan busana muslim yang baik dan pantas di hadapan Allah SWT, tidak hanya dalam shalat taraweh kita selama ramadhan ini, namun juga di semua shalat-shalat kita lainnya.

Wassalam,

Arif Haliman