Busana Muslim Berkualitas - Online dari Bali!
     
  
Simpati : +62 81 337 827 187
XL : +62 87 860 198 826
IM3 : +62 85 655 178 508
Dapatkan Update Terbaru via Facebook
Sales 1
Ruroh
Sales 2
Eva
Sales 3
Evi
Webmaster
Arif
 
 
Belanja Busana :

SIK Clothing
SIK Clothing Kaos Muslimah - Agen BaliKoleksi terlengkap dan terbaru SIKClothing Baju Kaos Muslimah. SIK Clothing adalah paduan gaya dan kualitas terbaik bagi Anda yang tampil muda sesuai syar'i.

Manet Super Obral!
Manet Busana Muslim PLUSManet Busana Muslim Plus menawarkan busana muslim dan muslimah untuk Anda yang aktif dan dinamis. Aneka gaya dan mode dalam berbusana muslimah.
Baru: Vinito Baju Anak Manet

Toyusin
Koleksi busana muslim berkualitas terbaru Toyusin. Beragam pilihan warna plus desain menarik dengan bahan berkualitas orientasi ekspor membuat Anda tampil muda, serasi dan bersahaja.

KEKE Dewasa
KEKE Jilbab
KEKE Kids
KEKE CollectionsKoleksi busana muslim Anak dan Dewasa lengkap dengan kerudungnya dengan harga terjangkau dan kualitas prima.

Ukhti Dewasa
Ukhti Kids
Ukhti Teens
Ukhti Busana MuslimahUkhti kaos muslimah dengan disain ringan tapi selalu fresh dan modis. Tersedia untuk dewasa, remaja dan anak-anak dalam beragam pilihan model dan warna.

Qirani Dewasa
Qirani Kids
Qirani Teens
Kaos remaja modis & trendi. Qirani memiliki beragam model dengan desain terkini. Bahan berkualitas yang nyaman dipakai. Anda akan tampil cantik dalam aktifitas sehari-hari.

Shasmira
Shabrina kerudung dan gamis kaos muslimah yang simple, elegan dan penuh gaya. Baju kaos Shasmira nyaman dipakai dalam segala suasana dengan penampilan yang tetap modis.

Os_Moes
Osmoes kaos muslimah cocok untuk remaja dan wanita muda. Busana muslim kasual yang nyaman untuk dipakai dengan aneka model, warna dan gaya.

Mukena Amaly
Mukena dengan desain yang elegan dengan warna-warna yang cantik yang akan memancarkan pesona Shalihah Anda.

Belanja Lainnya :


Toko Kami :

Toko Salsa Busana
Jl. Taman Pancing Utara 3B
Pemogan, Denpasar Bali - Indonesia

Email: order[at]muslimbusana.com

Jam Buka Senin - Jumat:
09.00 - 17.00 WITA (Toko)
09.00 - 21.00 WITA (Online)

Jam Buka Sabtu:
09.00 - 14.00 WITA (Toko)
09.00 - 14.00 WITA (Online)

(Tanggal merah tutup)



Penyuci Jiwa

Posted under: Umum

Sesungguhnya, di jannah tidak ada kekotoran dan keburukan walau seberat dzarroh. Suci, tidak ada yang dapat memasukinya kecuali setelah disucikan. Bersih tidak mungkin menghuninya kecuali setelah dibersihkan. Hamba yang masuk ke jannah-Nya adalah hamba-Nya yang telah disucikan dari daki-daki dosa, keburukan dan kekejian. Mari kita simak fiman-nya:

 "(yaitu) orang-orang yang diwafatkan oleh para malaikat Thayyibiin (dalam keadaan baik) dengan mengatakan (kepada mereka) : salamun 'alaikum (selamat sejahtera bagimu), masuklah kedalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan." (An-Nahl: 32).

 "...dan berkatalah penjaga-penjaga jannah itu kepada mereka, 'Kesejahteraan atas kamu sekalian, Thibtum (berbahagialah kalian) ! Maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya'." (Az-Zumar: 73).

 Syaikh As-Sa'di di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa yang dimaksudkan dengan thayyibin, yakni mereka yang diwafatkan dalam keadaan suci dan dimurnikan dari segala kekurangan dan dosa, hati mereka dipenuhi ma'rifatullsh dan kecintaan pada-Nya, lisanya selalu menyebut dan memuji-Nya, anggota badannya dalam ketaatan dan siap melaksanakan perintah-Nya.

 Ibarat emas, untuk mendapatkan emas murni, mesti dipanaskan di tunggku, dilebur dan dipisahkan dari kotoran, kerak dan ampas yang mencampurinya. Dia tidak akan memancarkan cahaya kemurnianya tatkal masih bercampur dengan kotoran dan ampas yang terambil bersamanya. Begitu pula keadan manusia pada umumnya. Dia di ciptakan sebagai mahal al- khoto' wa an-nis-yaan (tempat bersemayam kesalahan dan alpa). Jadi, mayoritas manusia tentu berbalut kekurangan, kesalahan dan alpa. Terdapat jarak yang membentang antara dirinya dengan jannah yang mensyaratkan kesucian dan kebersihan dan kekurangan bagi siapa yang ingin memasukinya. Hanya para Nabi kah yang layak menjadi penhuninya?
Allah menghapus, membersihkan dan mensucikan seorang hamba didunia dengan taubat, istghfar,'amal al-hasanaat al-maahiyah (amal-amal kebaikan penghapus kesalahan)dan al-mashooib al-mukaffiroh (musibah-musibah penghapus dosa).

Taubat dan Istighfar

 Seorang hamba yang berdosa, meski dia berbuat dosa sepenuh bumi, dan dosa itu tergolong dosa-dosa besar, jika dia benar-benar bertaubat, Allah akan menerima taubatnya dan mengampuninya. Kita simak panggilan-Nya yang penuh rahmat dan membangkitkan harap :

 "Katakanlah, hai Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap dirinya sendiri, jangan   lah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Az-Zumar 53).

 Pengakuan seorang hamba terhadap nikmat Allah karuniakan kepadanya, diawali dengan pengakuan bahwa Dia sebagai Rabb, tidak ada ilah selain-Nya dan bahwa kita kita adalah hamba yang berada dalam janji untuk beribadah kepada-Nya dan berada dalam ancaman manakala melanggar janji itu, disertai pengakuan (dengan penuh kesadaran) terhadap dosa-dosa yang dilakukan, kemudian diikuti dengan permintaan ampunan-Nya. (sebagaimana lafadh Syyaidul-istighfar), sungguh menjadi tungku pemanas dan pelebur dosa.

 Namun ada kalanya tungku pembersih itu belum mampu membersihkan seorang hamba hingga mencapai tinggkat kesucian yang layak untuk masuk jannah. Hal ini di sebabkan taubatnya belum mencapai tingkatan nashuha, istighfar-nya belum sempurna karena belum diikuti dengan meninggalkan maksiat disertai penyesalan. Bagaimana mungkin seorang hamba ber-istighfar, sementara botol minuman keras ditangannya; dia meneggaknya lalu diikutidengan istighfar, kemudian diulanginya. Al-Qur-an mensifati arang yang benar-benar taubat dengat kalimat...(wa lam yusrruu 'alaa maa fa'aluu ma hum ya'lamuun),"...dan mereka tidak berterus-terusan pada apa yang mereka perbuat (dari perbuatan dosa itu) sedang mereka mengetahuinya. "Tidak ada dosa kecil jika dikerjakan terus-menerus dan tidak ada dosa besar jika diiringi istighfar."

Amal-amal Kebaikan Penghapus Kesalahan
 
 Kesungguhan taubat hamba perlu pembuktian, jika taubat dan penyesalannya diikuti dengan amal-amal kebaikan yang menggantikan posisi amal-amal kebaikan yang menggatikan posisi amal-amal buruk yang pernah dikerjakan. Amal baik yang dikerjakannya itu akan menjadi penghapus terhadap amal-amal buruk yang pernah dilakukan. Maka amalan baiknya itu bak tungku pemanas yang akan meleburkan dosa-dosa yang telah lalu.

 Lambat dan cepatnya mengganti Amal keburukan yang ditinggalkan dengan Amal kebaikan yang baru, juga hirsh (tamak, dalam arti positif) untuk segera melakukan Amal-amal kebajikan sangat menentukan cepat lambatnya pembersihan hati dan penyucian jiwa seorang hamba. Ibaratnya, besar-kecilnya api dalam tunggku pemanas itu sangat menentukan cepat -lambatnya proses peleburan.

 Masih dilengkapi oleh Allah dengan penyempurna penghapus dosa; jika seorang hamba ditimpa berbagai musibah, kemudian dia bersabar dengan apa yang menimpanya, tidak mengeluhkan keadaan kepada manusia dan hanya mengeluh kepada-Nya, ber-prasangka baik kepada-Nya dan mengharap keaikan-Nya, maka hal itu juga menjadi tunggku pelebur dosa baginya.

Musibah-musibah Penghapus Dosa

Allah, dengan belas Kasih-Nya, menguji hamba-Nya dengan berbagai penderitaan dan musibah. Jika hamba menyikapi musibah dan penderitaan dan musibah. Jika hamba menyikapi musibah. Jika hamba menyikapi musibah dan penderitaan yang dihadapinya dengan benar, akan menjadi tunggku pelebur dosa dan kesalahan antara dirinya dengan Allah. Bahkan, jika pada taubat dan Istighfar, serta amal al-hasanaat al-mukaffiroh ini ijbariy, seorang hamba tinggal pasif menunggu ketetapan Allah.

 Memang, tidak ada karunia tanpa syarat pengikat. Musibah akan menjadi tungku pelebur dosa tatkala seorang hamba mampu bersabar,  mengeluh hanya kepada Allah, menyampaikan hal-nya kepada manusia hanya untuk tujuan pengobatan (jika dia memilih untuk  berobat) dan tidak boleh ada muatan mengeluhkan Allah kepada manusia. Padahal seorang hamba dalam situasi tekanan sakit dan musibah seperti itu, hanya mungkin bersabar jika dia rela terhadap ketetapan Allh atasnya. Dan hatinya akan menjadi rela, hanya manakala tidak kehilangan prasangka baik kepada-Nya atas musibah itu.

 Jika si hamba tidak sanggup mendatangkan syarat pengikat itu, maka musibah yang menimpanya tidak memiliki nilai sama sekali untuk melebur dosa dan mensucikan jiwa. Sementara musibah tetap menimpanya, karena memang ijbariy (tak dapat ditolak), sementara penderitaan dan rasa sakit yang menderitanya tidak juga hilang karena ketidakrelaanya atas kehadiranya. Tentu, ketidakrelaannya hatinya justru menambah rasa sakit yang dideritanya. Jika ia mengeluh kepada manusia atas penderitaan dan musibahnya, maka baginya adalah dosa baru, dan jika dia mengeluhkan Allah kepada manusia dosanya jauh lebih besar lagi.

Khatimah

 Keempat amalan itu, jika seorang hamba mampu menghadirkan dan mempersembahkan kepada Allah, insya Allah dia akan menjadi hamba Allah yang thayyib,...berbanding lurus dengan keadaan jannah yang thayyib, sehingga dia berhak memasukinya.

(Ar Risalah edisi 95 Vol VIII no 11)




Artikel lain di Umum:
Surga Neraka Memang Kekal
Chaerul Tanjung Sang Inspirator
Salah Satu Keunikan Bali
Sering Ke Masjid Tapi Kok
Semarak Maulid Nabi Muhammad di Denpasar

Kategori Lain:
Bisnis
Haji
Puasa
Shalat


     
  
Simpati : +62 81 337 827 187
XL : +62 87 860 198 826
IM3 : +62 85 655 178 508
Dapatkan Update Terbaru via Facebook
Sales 1
Ruroh
Sales 2
Eva
Sales 3
Evi
Webmaster
Arif
 
 

MuslimBusana.com © 2007-2012 All Right Reserved
MuslimBusana.com adalah media belanja Busana Muslim online dari Kampung Islam Kepaon - Bali Indonesia

Toyusin busana muslim Mutiara jilbab cantik murah SIK Clothing kaos muslimah Qirani Manet baju muslim

Powered by BaliWebby.com Supported by BaliCarRent.com BaliMobil.com Links

eXTReMe Tracker