HOME        TENTANG KAMI        FAQ         ORDER / HUBUNGI KAMI        PROMO        BLOG           FANS PAGE

BUSANA DEWASA
Gamis & Blus
Ethica (133)
Zarela (15)
SIK Clothing (24)
Khabeela (20)
Qirani (102)
Actual Basic (58)
Nibras (43)
Ukhti (43)
Deaiya (22)
Folia (20)
Silmi (77)
Mutif (84)
Rahnem (27)
Keke (0)
Toyusin (22)

SIK Clothing (13)
Khabeela (11)
Qirani (14)
Nibras (38)
Ethica (35)

BAJU ANAK

Rabbani (16)
Zoya (25)
Elzatta (26)
Munira (41)
Mardha (1)
Sunrise (26)
Ihsana (19)

Qirani (35)
Nibras (17)
Qod (24)
SIK Clothing (12)
Ethica Anak (70)
Fatih Fira Anak (18)

MUKENA

AKSESORIS

ARTIKEL ISLAM

TOKO KAMI

Toko Salsa Busana
Perumahan Pondok Citra Residence II No. 3
Jl. Besakih, Suwung Kauh, Pemogan, Denpasar Selatan Bali - Indonesia

WA/BBM/CHAT/TELP/SMS:
085 655 178 508
59D006A0
081 931 196 198
082 333 543 838
087 860 198 826

Jam Buka Senin - Jum'at:
09.00 - 17.00 WITA

Jam Buka Sabtu - Minggu:
09.00 - 14.00 WITA



Dahulukan yang Paling Penting dari Yang Penting

Posted under: Umum

Seseorang bertanya kepada Imam Ahmad, "Bolehkah aku berwudhu dengan air gamping?'' Beliau menjawab, '' tidak suka." Orang itu bertanya lagi, "Bolehkah aku berwudhu dengan air kuah(sayuran) ?" Beliau menjawab, "Aku tidak suka ." Ia melanjutkan pertanyaannya, "Bolehkah aku berwudu dengan air kembang?" Beliau menjawab, "Aku tidak suka." Ketika orang itu hendak beranjak, beliau memegang bajunya sembari bertanya, "Maaf apa yang Anda baca saat Anda memasuki masjid?" Orang itupun terdiam karena tidak tau. Beliau kembali bertanya, "Apa pula yang Anda baca saat Anda keluar dari masjid?" Orang itupun terdiam karena tidak tahu. Lalu beliau berkata,'' belajarlahtentang ini terlebih dahulu," Imam Ahmad hendak membimbing orang itu agar mempelajari perkara yang lebih penting dari yang penting. Bukan mengangap remeh pertanyaan orang itu. Apa yang ditanyakan orang itu adalah kasus yang sangat-sangat langka, sangat sedikit pula orang mengalami, saat di mana tidak ada air selain air gamping, air kuah, air kembang? Kalaupun ada yang mengalami, belum tentu seumur hidup lebih dari sehari. Orang itu bertanya tentang hal-hal yang hampir mustahil terjadi, namun teryata ia belum mengerti apa yang mesti ia baca saat masuk dan keluar masjid. Padahal ia melakukannya setiap hari, bahkan paling tidak, lima kali dalam sehari.

Bahaya Salah Prioritas

   Salah dalam prioritas belajar maupun beramal, menyebabkan hilangnya banyak keutamaan, atau setidaknya tertunda dari waktu semestinya. Merusak prioritas amal juga menjadi salah satu jerat setan untuk menjauhkan manusia dari kebaikan. Sedikit sekali orang yang selamat dari perangkap ini. Meskipun bila dilihat, seluruh yang diamalkan adalah fedahnya, tetapi mengambil yang penting dengan mengorbankan yang lebih penting adalah satu kesalahan.

   Dalam hal melejitkam potensi, Kurangnya perhatian seseorang terhadap prioritas amal juga menjadi penghambat yang serius. Meskipun banyak aktifitas yang super sibuk, namun hakikatnya seperti jalan ditempat, atau jalan memutar yang akhirnya ia kembali ketitik dimana ia memulai. Tak ada tambahan berarti dalam hal kemampuan, bahkan dalam perolehan hasil. Ia hanya berpindah dari satu kesibukan kepada kesibukan yang lain, berganti dari satu jenis amal ke amal yang lain. Dari satu program  ke program yang lain. Jika tertarik untuk mencoba satu hal, serta merta ia tinggalkan usaha sebelumnya yang telah lama dirintisnya. Ia menerjuni hal baru. Belum lagi tuntas, ia tergiur untuk menjajal hal baru. iapun segera berpindah, dan begitu seterusnya. Semantara masing-masing usaha yang di tempuh itu bukan mengarah pada satu target yang fokus, bahkan masing-masing mengorbankan aktivitas yang lain. Tidak diragukan, usaha semacam ini melelahkan, tapi minim sekali hasil yang didapatkan. Ada orang bijak berkata,

 "Jauhilah olehmu, suatu urusan yang jika kamu lapangkan ujungnya, menjadi sempitlah pangkalnya untukmu."

   Mirip dengan mainan anak-anak berupa dua balon yang terhubung dengan alat peniup. Jika satu di pencet, yang lain mengembung, begitu pula sebaliknya.

   Waktu satahun bukanlah waktu yang singkat. Banyak hal yang mestinya dicapai. Tapi, fenomena balon tersebut membuat kita tidak meraih sesuatu yang berarti dari sisi pengetahuan, kemanpuan maupun capaian sebuah usaha.

Penyebab Salah Prioritas

   Tergesa-gesa menuai hasil menjadi sebab utama keteledoran seseorang terhadap prioritas ilmu dan usaha. Lalu melupakan tanga-tanga kesuksesan perlu proses berkesinambungan. Padahal, ketergesa-gesahan dengan meninggalkan proses, justu mengakibatkan kegagalan itu sendiri. Dalam kaedah ushul disebutkan,

 "Barangsiapa yang tergesa-gesa untuk mendapatkan sesuatu sebelum masanya, maka dia akan terhalang untuk mendapatkanya."

   Seperti orang yang membunuh orangtuanya karena ingin segera mendapatkan warisan, maka dia tidak berhak mendapatkan warisan itu. Kaedah ini tidak hanya berlaku dalam hukum syar'i, dalam hukum kauni, juga berlaku kaedah ini. Orang yang ingin meraih kesuksesan tanpa mengalami proses yang semestinya, ia akan gagal mendapatkannya.

Tentukan Target dan Buatlah Perencanaan

   Karakter orang sukses adalah orang yang memiliki tujuan dan 'takhtith', perencanaan. Tiada dia mengijakkan kakinya ke tanah melainkan dia telah melihat apa yang ada di bawah. Jika tempat itu aman, barulah ia pijakkan kakinya, jika tidak , maka dia tidak akan mengijakkan kakinya. Begitulah kebiasaannya untuk berjalan selangkah demi selangkah, lantas bagaimana kiranya dengan aktivitasnya dalam sehari semalam, atau bahkan dalam waktu tahunan?

   Indahnya hidup terletak pada keteraturan, tidak semrawut, memahami target dan maksud yang di tuju. Sedangkan untuk meraih tujuan yang jauh, cita-cita yang tinggi, perlu bantuan target-target antara.  Sehingga perjalanan terasa ringan dan lebih terukur. Tidak masalah jika tujuan itu muluk-muluk' menurut banyak orang, tapi target tidak boleh muluk-muluk dan over dosis, karena tidak ada sesuatu yang merusak amal yang agung dan pekerjaan mulia selain jangkauan pikir dan langkah kaki yang terbatas, tapi muluk-muluk dalam segala hal.

   Setelah planning dibuat, berjalan sesuai dengan rencana adalah cara efektif meraih tujuan. Di samping hal ini juga merupakan adab seorang muslim yang shidiq dengan azam. Terkecuali jika ditengah jalan dan di evaluasi ada pertimbangan lain sehingga perlu merubah perencanaan. Dan yang tidak kalah penting, selalu memohon kepada Allah untuk meraih tujuan. Ma'an najah. (abu Umar Abdillah) 
( Ar- Risalah Edisi 95 vol.VIII No.11)


Ingin temanmu tahu tentang artikel ini? Tolong dibagikan ya..

Obral promo busana muslim



Artikel lain di Umum:
4 Cara Menerapkan Alquran Dalam Kehidupan Sehari-Hari
Self Reflection Berkaca Pada Diri Sendiri
Beberapa Kesalahan Ketika Adzan Dan Tahlilan
Tips Sukses ber One Day One Juz Al Quran
Hidayah Mencintai Masjid

Kategori Lain:
Bisnis
Haji
Keluarga
Puasa
Shalat


Home | Tentang Kami | FAQ | Order / Hubungi Kami | Promo | Blog | FB Fans Page

MuslimBusana.com © 2007-2017 (10 Tahun Melayani).
MuslimBusana.com adalah media belanja Busana Muslim online terbesar dari Denpasar, Bali Indonesia.

Produk unggulan:
Kerudung Zoya Actual Basic Kaos Folia Gamis Katun Qirani Remaja Ethica Gamis

Jasa kurir pendukung

Kantor Pos TIKI Kurir
JNE Kurir Paket J&T Ekspress
DAKOTA Kirim Paket Pandu Logistics
eXTReMe Tracker