Busana Muslim Berkualitas - Online dari Bali!
     
  
Simpati : +62 82 333 543 838
XL : +62 87 860 198 826
IM3 : +62 85 655 178 508
Dapatkan Update Terbaru via Facebook
Sales 1
Ruroh
Sales 2
Eva
Sales 3
Evi
Webmaster
Arif
 
 
Belanja Busana :

SIK Clothing
SIK Clothing Kaos Muslimah - Agen BaliKoleksi terlengkap dan terbaru SIKClothing Baju Kaos Muslimah. SIK Clothing adalah paduan gaya dan kualitas terbaik bagi Anda yang tampil muda sesuai syar'i.

Khabeela
Khabeela khusus baju muslimah berbahan katun dan kaos dengan model gamis dan blus cocok untuk menunjang keseharian berbusana muslim Anda..

Zoya
Zoya Kerudung dan busana muslim Zoya hadir dengan style yang sangat memikat, anggun dan ceria. Zoya memberi tambahan kelengkapan untuk kerudung Anda.

Rabbani
Rabbani Profesor Kerudung Instant hadir dengan ciri khasnya: segar, memikat dan selalu terlihat cantik. Jilbab Rabbani tersedia dalam berbagai harga dan gaya.

Qirani Dewasa
Qirani Kids
Qirani Teens
Kaos remaja modis & trendi. Qirani memiliki beragam model dengan desain terkini. Bahan berkualitas yang nyaman dipakai. Anda akan tampil cantik dalam aktifitas sehari-hari.

Manet
Manet Busana Muslim PLUSManet Busana Muslim Plus menawarkan busana muslim dan muslimah untuk Anda yang aktif dan dinamis. Aneka gaya dan mode dalam berbusana muslimah.

Nibras
Nibras Bahan KatunNibras hadir komplet dengan jajaran baju gamis, blus dan koko. Dengan bahan katun yang nyaman dan murah Nibras layak untuk dikoleksi.

KEKE Dewasa
KEKE Jilbab
KEKE Kids
KEKE CollectionsKoleksi busana muslim Anak dan Dewasa lengkap dengan kerudungnya dengan harga terjangkau dan kualitas prima.

Silmi Dewasa
Silmi Anak
Silmi bahan kaos baju muslimah berdisain selalu up to date, trendy serta nyaman digunakan dan tidak transparan (tebal dan menutup tubuh).

Shasmira
Shasmira kerudung dan gamis kaos muslimah yang simple, elegan dan penuh gaya. Baju kaos Shasmira nyaman dipakai dalam segala suasana dengan penampilan yang tetap modis.

Hazna
Hazna Indonesia dengan koleksi kerudung jilbab dan gamis busana muslim yang stylis & fashionable, koleksi Anda dalam berbusana muslim.

Mukena Amaly
Mukena dengan desain yang elegan dengan warna-warna yang cantik yang akan memancarkan pesona Shalihah Anda.

Belanja Lainnya :


Toko Kami :

Toko Salsa Busana
Jl. Tukad Baru 3B
Pemogan, Denpasar Bali - Indonesia

Email: order[at]muslimbusana.com

Jam Buka Senin - Jum'at:
09.00 - 17.00 WITA

Jam Buka Sabtu:
09.00 - 13.00 WITA

(Tanggal merah tutup)



Shalat Berjamaah

Posted under: Shalat

Rasulullah saw. bersabda, sebagai mana dituturkan oleh Abdullah bin Umar ra., "Shalat berjamaah itu lebih baik dua puluh tujuh kali dibandingkan dengan sholat sendirian."(HR al-Bukhari, Musli at-Thirmidzi dan an-Nasa'I).

Rasul saw. juga pernah bersabda, "....Tiadalah seseorang berwudhu denagn sempurna, lalu ia pergi ke salah satu masjid (untuk shalat berjamaah), melainkan bagi setiap ayunan langkahnya Allah Swt. mencatat satu kebaikan. mengangkatnya satu derajat dan menghapus darinya satu keburukan...Sungguh tidak ada orang pun yang menunda-nunda shalat (dengan shalat di rumah) kecuali orang-orang yang benar-benar munafik..."(HR Muslim, Abu Dawud, an-Nasa'i, dan ibn Majah.

Dalam hadist lain, Rasulullah saw. juga bersabda, 'Seseorang yang senantiasa melakukan sholat berjamaah di mjasjid selama empat puluh hari tampa tertinggal takbir yang pertama (bersama imam) akan mendapatkan dua jaminan: diselamatkan dari azab neraka dan dibebaskan dari sifat-sifat munafik." (HR at-Tirmidzi).

Banyak hadist yang menjelaskan tentang keutamaan shalat berjamaah di masjid bagi orang Muslim. Namun demikian, tiga hadist ini saja cukup untuk menggambarkan betapa istimewanya shalat berjamaah di masjid. Tidak aneh jika Rasulullah saw. sendiri, juga para Sahabat dan generasi  shalafush-shalih senantiasa sungguh-sungguh menjaga shalat berjamaah, persis sebagaimana mereka menjaga ibadah-ibadah sunnah yang lain seperti membaca al-Qur'an. shaum sunnah, bnersedekah dll.

Baginda Rasul saw., misalnya, tidak pernah meninggalkan shalat berjamaah di masjid. Bahkan ketika hampir wafat, dan sebelumnya beberapa kali pingsan, beliau tetap berupaya pergi ke masjid. itu pun setelah beliau beberapa kali mencoba mengambil air wudhu dan gagal. Saat beliau berhasil berwudhu. beliau segera memaksakan diri pergi ke masjid. dengan di papah oleh Abbas ra. dan salah seorang sahabat yang lain. Saat itu beliau sudah tidak kuat berdiri tegak untuk shalat. Atas permintaan beliau. Abu Bakar ra. kemudian menjadi imamnya (HR al-Bukhori dan Muslim).

Pembaca yang budiman. seorang muslim, apalagi pengemban dakwah. sudah seharusnya sangat tertarik dengan keistimewaan dan keutamaan shalat berjamaah ini. Bahkan seandainya kita selalu mengejar pahala dalam beribadah, tentu ibadah shalat berjamaah tidak mungkin kita tinggalkan, kecuali jika ada unzur. Mengapa? Sebab, sering demi keuntungan duniawi saja, kita begitu sungguh-sungguh meraihnya, maka begitu pula seharusnya saat kita mendambakan 'keuntungan' di akhirat berupa pahala dan dijauhkannya kita dari azab neraka. Bahkan kesungguhan dalam meraih keuntungan akhirat seharusnya lebih besar lagi. Sebabnya, keuntungan. akhirat adalah abadi dan tak ternilai, sementara keuntungan duniawi, betapapun besarnya, pasti terukur dan tidak kekal. Itulah yang dipahami oleh Rasulullah saw., Para Sahabat dan generasi shalafush-shalih setelah mereka.

Ada sebuah kisah yang menakjubkan, selain kisah Rasul saw. yang mengharukan di atas. Seorang ulama salih terkenal, Muhammad bin Samma'ah, salah seorang murid Imam Abu Yusuf, adalah di antara generasi salaf yang begitu menjaga shalat berjamaah. Bahkan dalam usia yang amat lanjut menjelang wafatnya (beliau wafat dalam usia 103 Tahun), Beliau masih sanggup menunaikan shalat sunnah puluhan rakaat setiap hari. Beliau pernah berkata,"Selama 40 Tahun saya tidak pernah ketinggalan takbir yang pertama bersama Imam dal;am shalat berjamaah. Hanya sekali saya ketinggalan mengikuti takbir yang pertama,'yaitu saat ibu saya wafat, karena saya sibuk mengurus jenazah beliau." (Al-Kandahlawi,Fadha'li al-A'mal, hlm:47)

Beliau adalah salah satu generasi salaf yang begitu memahami, bahwa ketika seseorang ketinggalan shalat berjamaah, hingga terpaksa harus shalat sendirian, maka kutamaan shalat berjamaah tak akan pernah bisa tergantikan meski dengan menggulangi shalat sendirian itu sebanya 27 kali. pasalnya, di dalam shalat berjamaah, sebagai mana disebutkan dalam beberapa hadis, para malaikat ikut meng-'amin'-kan setiap kali surah al-Fatihah selesai dibaca,juga saat doa dipanjatkan setelah usai shalat. doa para Malaikat tentu akan dikabulkan oleh Allah Swt. Salah satunya, adalah diampuninya dosa-dosa yang telah lalu. Itulah di antara keberkahan yang hanya akan diperoleh oleh orang-orang yang senantiasa menunaikan shalat berjamaah.

Shalat berjamaah memang sunnah, namun termasuk sunnah yang sangat utama. karena itu, meski sunnah, Nabi saw. sangat keras menganjurkannya, sekaligus mencelah mereka yang tidak mau menunaikannya. Rasulullah Saw., misalnya, bersabda,"siapa saja yang mendengar seruan azan (di masjid), tetapi tidak memenuhinya tanpa suatu uzur pun, maka shalat yang dikerjakannya (di rumah) tidakl akan di terima."para sahabat bertanya,"Apa uzurnya?" jawab beliau,"ketakutan dan sakit." (HR Abu Dawud dan Ibn Hibban).

Nabi saw.juga bersabda,"Kebatilan di atas kebatilan, kekufuran di atas kekufuran, yaitu orang yang mendengar panggilan muazin untuk mendirikan shalat, namun ia tidak memenuhinya."(HR Ahmad dan Ath-Thabrani).

Nabi saw. pun,sebagaimana dituturkan Abu Hurairah ra., bahkan pernah bersabda,"Sungguh saya ingin memerintahkan para pemuda untuk mengumpulkan kayu bakar yang banyak,kemudian akan saya datangi orang-orang yang shalat di rumahnya tanpa uzur, dan akan saya bakar rumah-rumah mereka."(HR Muslim,Abu Dawud,Ibn Majah dan at-Tirmidzi).

Dengan beberapa hadis yang bernada 'keras' di atas, wajarlah jika sebagian Sahabat dan generasi salaf memandang shalat berjamaah di masjid wajib bagi mereka yang kebetulan tinggal di rumahnya,dan meninggalkannya adalah haram. Imam Hanafi, misalnya, berpendapat bahwa orang yang shalat sendirian di rumah, dan tidak berjamaah di masjid, maka meski shalatnya sah, ia tetap berdosa.

Walhasil,marilah kita senantiasa berusaha sungguh-sungguh menunaikan shalat berjamaah, di tengah kesibukan dan kelelahan kita menunaikan setiap amanah dan tugas dakwah.

Wa ma tawfiqi illa billah.[]
      
Al-Wa'ie 105 Tahun IX, 1-31 Mei 2009




Artikel lain di Shalat:
Mengenal 3 Macam Sujud
Dua Bentuk Khusyuk Shalat
Khutbah Shalat Jumat Berpengaruh Pada Wanita Nasrani
Terdengar Suara Adzan Zuhur

Kategori Lain:
Bisnis
Haji
Puasa
Umum


     
  
Simpati : +62 82 333 543 838
XL : +62 87 860 198 826
IM3 : +62 85 655 178 508
Dapatkan Update Terbaru via Facebook
Sales 1
Ruroh
Sales 2
Eva
Sales 3
Evi
Webmaster
Arif
 
 

MuslimBusana.com © 2007-2014 All Right Reserved
MuslimBusana.com adalah media belanja Busana Muslim online dari Kampung Islam Kepaon - Bali Indonesia

Kerudung Zoya Actual Basic Kaos SIK Clothing kaos muslimah Qirani Manet baju muslim

Powered by BaliWebby.com

eXTReMe Tracker