Mengajak anak untuk diajak pergi ke masjid, untuk ikut shalat berjama’ah misalnya, adalah gampang-gampang susah. Kalau tidak diajak, misalnya di waktu shalat Maghrib, anak hanya menghabiskan waktu didepan tivi. Ini selain mubadzir, juga akan membuat anak, kalau sudah menjadi kebiasaan, menjadi jauh dengan masjid. Kalau diajak ke masjid, kuatir mengganggu jama’ah lainnya. Tapi jangan kuatir, tips dari saya ini mungkin bisa sedikit membantu.

Mudah Mengajak Anak ke Masjid

Tanpa banyak alif ba ta, berikut adalah tipsnya:

1. Ayahnya Adalah Teladan Terbaik
Yang pertama dan utama, Anda (Ayahnya) harus memberi contoh. Anda harus berusaha yang terbaik, agar shalat wajib Anda bisa dilakukan dengan berjama’ah di masjid, rutin 5x sehari. Tak ada ceritanya anak menjadi pecinta masjid tanpa ayahnya juga rajin pergi ke masjid.

2. Buat Perjalanan Ke Masjid Menjadi Menyenangkan
Anda harus kreatif. Kalau saya, rute perjalanan tak variasikan. Tidak langsung ke masjid, tapi mampir dulu ke sawah. Disana, anak-anak bak kertas gambar putih ini saya tanya, seperti: berapa jumlah burung yang ada? Lanjut ke, gimana suara burung? Bisa juga, ada berapa petaninya?

Dan biarkan mereka mewarnai kertas gambar putihnya itu sendiri.

Kalau mau sedikit nekat, seperti saya yang gemar meniru Valentino Rossi, itu motor Anda kepot-kepotan dikit ketika melaju. Walaupun tetangga Anda akan jejeritan melihat aksi seram itu, dijamin justru anak-anak Anda akan tertawa puas dan ngompori: ‘lagi…lagi..lagi…’ :)

3. Jawab Semua Pertanyaan Mereka Ketika di Masjid
Anak-anak adalah penanya terbaik: kok semua pakai topi (kopiah)? Bilang “aamiin”nya kok keras? Boleh lari-lari? Sudah shalat kok shalat lagi? Kenapa ada anak laki-laki itu yang nakal, suka ganggu?

Boleh jadi Anda akan sangat terganggu (dan pasti memang terganggu) dengan semua pertanyaan itu disela-sela shalat Anda, tapi yakinlah semua jawaban Anda akan memuaskan dahaga religinya.

4. Beri Mereka Reward
Seminggu sekali, atau sebulan sekali, bolehlah sepulang dari masjid, Anda mampir bersama mereka ke minimarket terdekat. Kali ini boleh pilih jajan apa saja yang disuka. Es krim, coklat, permen, biskuit, you name it.

Anda boleh batasi pilihan kalau beberapa jajanan ada pantangan. Tpi yang tak boleh dilupa, sebutkan alasan kenapa kali ini boleh memilih sendiri. Yaitu sebagai hadiah karena sudah menjadi anak salih/salihah dengan mau shalat di masjid. Jawaban fun inilah yang akan membuat anak-anak Anda lebih termotivasi untuk mau dengan gampang diajak ke masjid. Bukan jawaban level ‘surga-neraka’ yang belum mempan untuk usia mereka.

Anda mungkin berkata; saya sudah mengajaknya ke masjid, tapi disana anak saya hanya menjadi pengganggu; teriak, lari-lari, tak bisa diatur. Intinya mengganggu kekhusyukan jama’ah lain.

Mungkin, tips no 5 ini bisa menjawabnya.

5. Ibunya Adalah Guru Terbaik
Pernahkah terpikir kenapa wanita lebih utama shalat di rumah?

Karena Anda (Ibunya) yang mendidiknya menjadi anak termanis, semanis Anda :) Period sebelum Ayah mengajak anak ke masjid, ada periode sebelumnya dimana Anda harus memberi teladan terbaik; begitu adzan terdengar, Anda harus segera lupakan itu panci, selfi dan tivi. Ajak anak Anda segera ambil wudhu, dan imami mereka shalat.

Beritahu mereka ilmu-ilmu seputar adab shalat, termasuk adab shalat di masjid. Beri contoh dan motivasi dengan subyek Ayahnya (suami Anda).

Bisa juga Anda ajak mengaji satu ‘ain setelah shalat. Boleh juga merutinkan mengajak hafalan surat seayat. Tak dilarang juga mengajaknya berdzikir bersama.

Ada satu quote hebat (yang saya sendiri tak tahu kesahihannya), yang bisa kita jadikan pegangan:

“Jika kalian tak mendengar riang tawa dan gelak bahagia anak-anak di masjid, Waspadalah. Karena saat itu kita semua sedang bahayaā€¯ (Muhamad Al Fatih, Penakluk Konstatinopel).

Intinya: Tak ada regenerasi.

Bahkan anak ribut di masjid, itu jauh lebih baik daripada anak anteng di rental playstation, giat mengejar Pokemon, atau semangat nongkrong dipinggir jalan.

Arif Haliman