Malam ini adalah malam ke 17 di bulan Ramadhan 1431 Hijriah. Bagi sebagian besar umat muslim, tanggal 17 Ramadhan terasa istimewa, karena pada tanggal inilah Al-Quran diturunkan oleh Allah SWT kepada seluruh umat manusia, sebagai petunjuk dan menjadi penerang dalam kegelapan, serta pembeda antara yang benar dan yang salah (al-furqon). Pada malam ini, hampir sebagian besar masjid merayakannya, dengan minimal penceramah shalat taraweh akan berkhotbah mengenai turunnya Al-Quran ini.
Terlepas dari pro dan kontra mengenai perlu tidaknya memperingati Nuzulul Qur’an atau malam turunnya Al-Quran (masalah kilafiah), saya pribadi merasa perlu untuk mengingat bahwa peristiwa turunnya Al-Quran ini adalah salah satu peristiwa dahsyat dalam perjalanan umat Islam. Al-Quran sebagai mukjizat terbesar Nabi Muhammad Saw, adalah manual lengkap mengenai tatacara dan segala aturan kehidupan, langsung dari Sang Penguasa Alam Raya, yaitu Allah SWT.
Bagi saya pribadi, Al-Quran insyaAllah sebagai penentram hati saya. Saya sangat berkeyakinan, bahwa ketentraman hati, dan juga berbagai kemudahan dan kelancaran urusan sehari-hari, salah satunya bisa diperoleh dari kegemaran kita membaca Al-Quran. Coba saja praktekkan kegemaran membaca Al-Quran saban hari, usahakan setiap habis shalat wajib, insyaAllah hati tidak gampang bimbang, dan urusan kita di dunia ini seperti dipermudah.
Alhamdulillah juga, dengan semangat mengajak pembaca sekalian untuk mencintai Al-Quran, di hari ke 16 puasa Ramadhan ini, saya sudah sampai di juz 19. Jadi ada surplus 3 juz. InsyaAllah tetap diberikan keistiqomahan oleh Allah SWT, untuk bisa khatam membaca seluruh isi 30 juz Al-Quran di bulan Ramadhan ini. Saya harap Anda sekalian malah sudah melebihi juz 19 di hari ke 16 ini, amin.
Untuk mengenal lebih jauh mengenai Al-Quran, salah satu referensi ini mungkin berguna.
Wassalam,

Comments
Leave a comment Trackback