Kalau selama ini orang sakit mungkin masih saja terus sakit, atau sakitnya tidak gampang sembuh, mungkin karena justru pergi ke rumah sakit. Apa pasal? Ini berkaitan dengan sikap mental, atau kebiasaan kita. Orang sedang sakit, semestinya dihibur dengan segala jenis hiburan yang menyenangkan, termasuk dengan sekedar permainan kata-kata. Menyebut kata rumah sakit, secara imajinasi, yang tergambar di benak kita adalah orang dengan berjalan pelan serta dipapah, pandangan mata sayu, memakai piyama lusuh, nol semangat, dsb.

Pendeknya, orang yang berada di rumah sakit adalah orang yang memang sudah sakit, dan kemudian menempatkan mereka di sebuah tempat dengan sebutan rumah sakit. Ibaratnya, sudah sakit, lalu diberi stempel ‘memang sakit’. Akhirnya, makin menyakitkan, dan kurang berperikemanusiaan :( . Saya lebih setuju dengan penggunaan bahasa Inggris, Hospital dan bukannya Sick House.

Di Denpasar, terdapat tempat untuk merawat sekumpulan orang sakit, tapi tidak memberi yang sakit stempel ‘memang sakit’. Setidaknya, itu tercermin dari penamaan tempat pengobatan ini yaitu Rumah Sehat dan bukannya Rumah Sakit. Rumah Sehat Madani (RSM) Denpasar adalah nama tempat pengobatan ini. Secara mental dan imajinasi, kita tentunya lebih merasa nyaman dan dan tenang kalau pergi ke rumah sehat untuk mendapatkan kesehatan, daripada pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan kesakitan.

Rumah Sehat Madani (RSM) Denpasar ini dikelola oleh Dompet Sosial Madani (DSM) Bali, sebuah Lembaga Amil Zakat yang bergerak di bidang sosial keagamaan. Fokus utama garapan RSM adalah untuk memberikan layanan kesehatan sangat murah (untuk tidak menyebutnya gratis), terutama untuk kaum dhuafa / miskin. Walaupun didirikan oleh sebuah yayasan bernafaskan Islam, tentu saja RSM melayani seluruh pasien, tanpa membedakan itu muslim atau bukan.

Di RSM tersedia berbagai macam layanan kesehatan, seperti konsultasi kehamilan sekaligus waktu persalinan, akupuntur, bekam, dan layanan kesehatan lainnya. Lumayan komplet untuk sebuah pusat layanan kesehatan yang hampir 100% sumber dana mengandalkan keikhlasan para donaturnya. Dari kebaikan para donaturnya inilah, dana tersebut dialirkan ke para pasien dari kalangan kurang mampu dalam bentuk pelayanan kesehatan gratis. RMS menempati sebuah lahan yang kemudian didirikan beberapa bangunan diatasnya. Service para petugasnya juga profesional dan ramah.

Disini lebih mengandalkan sisi humanisme. Seperti misalnya, pengalaman saya dan istri ketika melahirkan anak kedua kami, 5 bulan yang lalu. Sejak masih dalam tahap kontrol kehamilan, kita selalu diarahkan dan diberi semangat untuk melahirkan secara normal. Sekedar berpikiran tentang Caesar, dibuang jauh-jauh ditempat ini. Juga, keharusan pemberian ASI eksklusif untuk bayi. Dan, memang seperti itulah yang terjadi kemudian. Sempat khawatir kalau istri akan melahirkan dengan operasi, karena terus-menerus diberi sugesti untuk melahirkan normal, ya akhirnya memang normal. Lancar dan mudah sekali prosesnya. Bagi ibu yang masih kesulitan mengeluarkan ASI-nya, oleh pihak rumah sehat tidak dibolehkan untuk pulang, sampai ASI-nya lancar keluar.

Terlebih lagi, di RSM alhamdulillah  istri mendapatkan kesempatan untuk melahirkan secara water birth atau melahirkan dengan berendam di kolam air hangat. Tidak ada obat-obatan, seperti suntik, misalnya. Ibu hamil hanya diberi semacam obat herbal (vitamin).

Rumah Sehat Madani (RSM) Denpasar bisa menjadi alternatif solusi kesehatan Anda, termasuk untuk urusan kehamilan istri. Dan sekaligus juga aktif sebagai donaturnya, tentunya itu akan semakin membawa barokah. Demikian semoga membawa manfaat.

Wassalam,

Arif Haliman

Share and Enjoy MuslimBusana.com Blog:
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • Blogplay
  • LinkedIn
  • MyShare
  • MySpace
  • RSS
  • Technorati
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks
  • Yahoo! Buzz