Baru-baru ini kita mendengar kabar tentang murtadnya (pindah keyakinan) seorang artis bernama Pinkan Mambo ke Nasrani. Mendengar berita ini, saya menanggapinya dengan tetap berbesar hati. Bagaimanapun juga, hal ini tidak lepas dari arus kristenisasi yang tengah dilancarkan di Indonesia oleh para misionaris kristen. Dengan kejadian ini, masing-masing kita diharap untuk makin waspada, bahwa kristenisasi di Indonesia itu bukanlah isapan jempol belaka, namun nyata. Terlebih akhir-akhir ini, gerakan-gerakan mereka semakin terlihat norak dan kasar, mungkin juga karena frustasi. Oleh karena itu, mari kita perkuat bentengĀ  keluarga dan lingkungan dengan terus mendekat kepada Al-Quran dan hadist Rasulullah.

Bagi saya pribadi, kepindahan keyakinan artis ini tidak membuat Islam rugi. Karena dilihat dari sepak terjang artis ini, tidak ada satupun perilakunya yang mencerminkan bahwa dia adalah seorang muslimah. Lihat saja bagaimana bangganya dulu dia melahirkan anak pertamanya, namun tidak diketahui siapa ayah anak itu. Lalu, bagaimana model pakaian dan aksi panggung yang dia tampilkan dalam setiap pertunjukannya, yang bahkan orang dewasa saja tidak patut menontonnya, apalagi oleh anak dibawah umur.

Kalau dilihat dari sumbang asihnya untuk kebaikan Islam, artis ini bisa kita bilang nol. Sama sekali tidak ada syiar yang syar’i yang ditampilkan sama sekali. Beberapa artis (seperti para pemeran Ketika Cinta Bertasbih) mungkin masih bisa dikatakan berperan dalam menyiarkan Islam secara apik, baik dalam peran filmnya atau dalam kehidupan nyata sehari-hari, sehingga mereka masih bisa dikatakan berdakwah, lha kalau artis sontoloyo ini??

Secara untung-rugi, mungkin kepindahan keyakinan artis satu ini tidak merugikan Islam, justru malah merugikan Kristen sebagai agama barunya. Penampilannya yang seronok, aksi panggungnya yang bikin miris seluruh orang tua, jelas-jelas tidak ada kebaikannya ditinjau dari seluruh agama atau aliran kepercayaan manapun.

Secara kualitas keimanan, terlepas dari penyebab dia murtad, jelas-jelas dia tidak berkualitas. Begitu pindah ke agama Kristen, saya rasa kualitas keimanannya tidak seketika langsung meningkat. Stagnan, atau justru malah menurun, demi melihat kenyataan bahwa dia akan mendapatkan kebingunan di agama barunya itu, seperti halnya orang kristen asli sendiri. Dan dengan gaya cipika-cipiki dengan semua lawan jenis, tertawa ngakak tidak karuan, maka stigma bahwa penganut kristen memang seperti itu pulalah yang akan melekat di masyarakat, seperti yang akan tetap ditampilkannya.

Memang, secara mutu, orang murtad menuju kresten kebanyakan tidaklah berkualitas. Seringnya hanya faktor ekonomi dan asmara. Ini seperti kita menaruh tong sampah di dalam rumah mereka, lalu menumpahkannya. Terlihat pergi ke gereja tidak serta merta bisa dikatakan taat. Apalagi, itu hanya dilakukan sekali seminggu, atau malah sekali sebulan. Ditambah lagi dengan penampilan secara umum di gereja yang lebih menonjolkan parade fashion (dari pakaian wanita super mini sampai jas kemeja mengkilat), alhasil kotbah pastor biasanya akan lewat begitu saja.

Berbeda dengan orang Kristen yang masuk Islam, kebanyakan karena pikiran-pikiran rasional dan setelah melalui proses pencarian kebenaran yang panjang. Ini adalah hal yang berkualitas. Simak saja beberapa cerita diantaranya di rubrik Kabar Dari New York. Atau bacalah bagaimana lebih semaraknya Ramadhan daripada Natal di Perancis. Dan, jumlah muslim di Eropa dan Amerika yang terus meningkat.

Namun begitu, sekali lagi, tetaplah waspada bahwa kristenisasi memang tengah dijalankan di Indonesia, baik sembunyi-sembunyi atau terang-terangan. Adalah kewajiban kita semua sesama umat Islam untuk terus menjada Indonesia yang kita cintai dan banggakan ini, untuk semakin lantang menyuarakan kalimat Tauhid, merapatkan barisan, abaikan perbedaan dan selalu cari persamaan, serta jangan gampang diadu domba.

Ada baiknya silakan klik link berikut untuk melihat perkembangan Mualaf di tingkat dunia, karena lebih berkualitas. Kalau berita orang Indonesia yang murtad, kebanyakan adalah orang berkelas ecek-ecek.

Wassalam,

Arif Haliman

Share and Enjoy MuslimBusana.com Blog:
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • Blogplay
  • LinkedIn
  • MyShare
  • MySpace
  • RSS
  • Technorati
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks
  • Yahoo! Buzz