Kalau saat ini Anda adalah seorang netizen aktif dimana internet menjadi santapan keseharian, tetapi juga masih sempat mengalami masa jadul dimana segala jenis mainan dilakukan secara tradisional, maka bisa dipastikan Anda adalah generasi yang lahir antara tahun 1970 – 1990. Anda masih ingat kan, nama-nama permainan mainan jadul macam main kelereng, karambol, petak umpet, main ketapel, main boneka, layangan, dakon, dll? Iya masih, hehe..Sandal Jepit Sering Hilang di Masjid

Semua permainan tradisional itu memang asyik, kok. Tapi ingatkah Anda, bahwa selain mainan tersebut diatas, ada 1 lagi kegiatan masa lalu kanak-kanak yang juga tak kalah asyiknya. Apa itu?

Berangkat shalat ke masjid.

Benar! Apalagi kalau Anda punya ortu yang gemar mengajak Anda sebagai anaknya ke masjid, maka aktifitas berangkat ikut orang tua shalat ke masjid, menjadi sangat menyenangkan!

BACA: Tips Agar Suami Mau dan Mudah Shalat di Masjid

Penulis sendiri sangat menikmati berangkat ke masjid untuk shalat maghrib, selepas puas bermain habis-habisan pada sore hari :) Pun juga kenangan berangkat shalat Tarawih di bulan Ramadhan ramai-ramai bersama teman, tetangga dan orang tua sekaligus.

Jangan lupa, periode tahun-tahun jadul itu, tingkat religiutas masyarakat Indonesia mulai bersemi. Ini dialami oleh hampir semua pemeluk agama, tak terkecuali tentunya Islam. Gairah kehidupan beragama masing-masing umat beragama sedang tinggi. Dalam Islam, salah satu tolak ukur yang lain selain berduyun-duyunnya orang berangkat ke masjid, adalah semakin maraknya penggunaan hijab oleh para wanita muslim (muslimah).

Nah, berangkat ke masjid untuk mendirikan shalat berjama’ah, atau mengikuti pengajian, juga sedang ngetren. Masjid ramai oleh jama’ah saat itu. Ini terjadi terutama di masjid perkotaan (kawasan perumahan dan pinggir jalan) dan area kampus.

Namun begitu, Anda sadar tidak, bahwa ada satu perasaan was-was ketika kita sedang asyik beribadah di dalam masjid. Apa itu?

Kuatir sandal akan ilang!

Boleh percaya boleh tidak. Sandal hilang di masjid juga menjadi tren. Betapa sering dari kita menjadi sedih begitu baru keluar dari masjid, dan ternyata menemukan kenyataan bahwa sandal kita sudah tidak ada lagi di tempatnya semula :)

Umumnya pada jaman itu, sandal yang hilang di masjid pastilah sandal yang bermerek. Alias yang bagus. Alias yang mahal. Hal ini bisa dimaklumi karena orang jaman Orde Baru dulu itu, adalah orang-orang ‘persimpangan’; dari kuno menuju moderen.

Nah, agar terlihat moderen, ke masjid saja mereka perlu memakai alas kaki yang sedikit keren.

Merek-merek mentereng jaman dulu, sebut saja misalnya Neckermann, Eagle, Pro ATT, Kasogi, Spotec atau merek terkenal lain yang biasanya berharga mahal, kerap kali menjadi incaran para maling. Pada masa itu, jarang sekali sandal jepit yang ilang, karena memang jarang yang pakai. Yang gampang hilang, tentu saja merek-merek mentereng tersebut diatas. Oh, betul-betul pencuri yang punya selera… :)

Kadangkala, kita merasa menyesal kenapa tadi dari rumah kok pakai sandal bagus? Jangan-jangan nanti ilang, lagi… Walhasil, karena terus memikirkan nasib sandal yang tadi dilepas di teras masjid, ibadahnya jadi kurang kusyuk 😉

Kalau dipikir-pikir, pada masa itu, ada 2 faktor yang menjadi latar belakang hilangnya sandal atau sepatu di masjid.

Pertama karena faktor keisengan. Ini biasanya dilakukan oleh anak kecil kepada temannya. Yaitu, dengan menyembunyikan sandal temannya ke tempat lain yang tersembunyi. Biasanya, setelah puas melihat sang teman lama kebingungan sambil garuk-garuk kepala dan bergumam dimana gerangan sandalku, sandal itu secara ajaib biasanya segera ditemukan.

Kedua karena faktor ekonomi. Ini biasanya dilakukan oleh orang yang betul-betul berniat maling. Oknum jama’ah seperti ini memang sudah sejak semula berniat mencuri sandal di masjid. Caranya dengan cepat-cepat keluar duluan dari masjid, dan di tempat sandal segera mengembat sandal atau sepatu yang sekiranya bagus dan mahal. Hasil curian itu kemudian akan dijualnya, atau sekedar dipakai untuk diri sendiri.

BEDA MASA LALU, BEDA PULA MASA SEKARANG

Pada masa kini, hampir-hampir sudah tidak ada lagi kasus pencurian sandal atau sepatu di masjid. Mau memakai sandal sepatu bagus dan bermerek, insyaAllah itu barang tetap aman di tempatnya semula. Anda bisa merasakan sendiri berdasarkan pengalaman.

Dan mungkin, di jaman canggih internet seperti sekarang, para maling pun sudah gengsi; masak mencuri sandal? Gak keren ah, hehe… Dan memang benar, tak ada lagi ketika kita keluar dari masjid, orang heboh di teras masjid teriak-teriak kebingungan sandal atau sepatunya raib.

Namun tahukah Anda, bahwa sebetulnya masih ada saja sandal yang hilang.

Dan Anda akan terkejut bahwa justru di jaman internet ini yang sering raib bukanlah sandal bermerek, tapi SANDAL JEPIT!

Itu betul.

Orang jaman sekarang sudah makin pintar. Selain pintar, juga antisipatif. Kalau ke masjid lebih banyak memakai sandal jepit. Selain karena praktis, orang sudah tak mengejar gengsi harus beralas kaki yang keren kalau ke masjid. Dan kenapa juga harus yang keren, karena segala macam sepatu sandal tidak bisa dibawa masuk ke dalam masjid :)

Tetapi meskipun begitu, kadang-kadang, sandal jepit itu masih juga bisa ilang.

Usut punya usut, ilangnya bukan karena dicuri, tapi ketuker.

Seringnya ketuker tidak sengaja. Mungkin sandal jepit kita merek Swallow warna biru ukuran 39, dan kebetulan ditaruh di sebelah sandal lain sesama warna biru juga, tapi ukuran 40. Begitu selesai shalat, dan mungkin karena terburu-buru ketika keluar masjid, tak sadar salah ambil sandal yang bukan kepunyaannya.

Jadi kesimpulannya, kalau jaman dulu sandal yang sering hilang di masjid adalah sandal mahal bermerek. Tapi jaman sekarang, yang sering hilang justru sandal jepit :)

Arif Haliman

Facebook: https://www.facebook.com/arif.haliman

obral-baju-muslim