Menjelang akhir tahun seperti sekarang ini, selalu ada 2 acara (hari raya dan perayaan tahun baru) yang hampir selalu melibatkan ormas FPI (Front Pembela Islam). Tak terkecuali akhir tahun 2016 ini. Kali ini mengenai aksi FPI yang diberitakan oleh beberapa media tertentu sebagai aksi sweeping. Sweeping apa? Sweeping mengenai kekhawatiran mengenai masih adanya penggunaan atribut hari raya akhir tahun. Tapi, apakah betul beritanya?Front Pembeli Islam - FPI

Ramai berita sweeping di Surabaya oleh FPI (Front Pembela Islam), saya tersenyum saja.

Lagi-lagi, metode berita yangg digunakan sama persis yang digunakan juga untuk memfitnah sepak terjang FPI puluhan tahun lalu, sejak jaman Majapahit; blow-up sweepingnya, sembunyikan sosialisasinya.

Anda kan tahu, bad news is a good news. Berita buruk adalah berita baik.

Lebih jelasnya, dipelintir. Nah, itulah yang terjadi.

FPI bukanlah ormas kemarin sore. Bukan ormas bodoh. Mereka sudah matang malang melintang di dunia keormasan puluhan tahun. Mereka sudah kenyang difitnah dan dihujat. Dan, mereka juga punya pemimpin yang hebat.

Dalam setiap gerakan mereka, tak terkecuali kali ini dalam mengawal fatwa MUI mengenai rutinitas penggunaan atribut hari raya akhir tahun kepada pemeluk agama lain yang tak merayakannya, tentu sudah melalui prosedur yang berlaku.

Yaitu sosialisasi. Tetapi, di tangan media sekular dan anti Islam, sudah tentu bukan sosialisasinya (good news) yang diekspos, tapi sweepingnya (bad bews), dan anarkisnya (double bad news).

Padahal boro-boro anarkis, sweeping saja tak ada. Tapi, itu tetap diada-adakan. Agar heboh.

Maka, ditampilkanlah gambar anggota FPI sedang terlihat garang. Entah itu foto siapa, tahun berapa, dan kejadian apa, tak jadi soal. Pokoknya ada atribut FPI. Beres.

Orang yang mudah dibohongi, langsung mengamini. Orang yang sebetulnya tahu dibohongi tapi justru senang karenanya, 2x amin.

Padahal sudah ada pernyataan, bahkan video klarifikasi dari pihak kepolisian bahwa itu bukan sweeping, hanya sosialisasi.

Dan sosialisasi sebuah program adalah hal yang wajar. Hampir semua organisasi, baik swasta atau pemerintahan, lazim melakukan hal ini.

“Di media sosial masih banyak yang menulis bahwa aksi FPI hari ini ke mal dan pusat perbelanjaan adalah sweeping. Saya tegaskan bahwa aksi yang dilakukan FPI hari ini adalah taaruf atau sosialisasi fatwa MUI, bukan sweeping,” ujar Kapolrestabes Surabaya Kombespol Muhammad Iqbal, Minggu (18/12/2016), dilansir Detikcom.

Semoga kita semua, utamanya kaum muslimin, semakin pintar dalam memilih-milih media. Mana berita yang memojokkan umat Islam, mana berita yang mendukung perjuangan umat Islam.

Arif Haliman

Facebook: https://www.facebook.com/arif.haliman

obral-baju-muslim