MuslimBusana.com Blog

Kabar Busana Muslim dari Bali

Browsing Posts in Masjid di Bali

Tadi pagi ada acara tausiah yang diadakan di Masjid Agung Sudirman Bali. Tausiah ini diadakan sejak pagi pukul 10 dan berakhir beberapa menit menjelang waktu shalat Dzuhur. Yang menarik, pengisi tausiah ini adalah Ustadz Ihsan Tandjung, yang dikenal oleh publik tanah air lewat ceramah agamanya yang berkisar pada isu akidah, tauhid, pluralisme, dan seputar akhir jaman. Ustadz Ihsan Tandjung gampang kita kenali karena dia sering tampil di beberapa acara televisi swasta, dan juga sebagai redaktur web situs Islam rujukan, Eramuslim.com. continue reading…

Bagi Anda turis domestik di Bali, saya sarankan untuk mengunjungi daerah Lovina, dekat Singaraja Bali. Mengapa Lovina? Ini adalah alternatif baru melancong ke Bali yang tidak kalah asyik, seperti halnya berkunjung ke Pantai Dreamland di Pecatu Bali. Kalau ke Bali, orang-orang sudah bosan dengan Kuta. Yang ditawarkan itu-itu saja. Ditambah dengan kemacetan dan kesemerawutan daerah Kuta, maka sesekali berlibur ke Lovina Bali adalah hal yang saya sarankan. continue reading…

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bali, dua hari yang lalu menghadirkan ustadz Yusuf Mansur untuk berkenan memberikan ceramah agama di Bali. Menurut panitia, jadwal ceramah ustadz di seluruh Indonesia sangat padat. Bisa berceramah di masjid ini, sudah sepantasnya untuk kita disyukuri. Dan memang, ceramahnya dalam Tabligh Akbar ini cukup singkat, hanya sekitar 1 jam. Mengambil tempat di Masjid Agung Sudirman Bali, ustadz menyampaikan materi ceramah yang sudah menjadi ciri khasnya: sedekah. continue reading…

Hari sabtu kemarin, ditengah-tengah hujan lebat yang akhir-akhir ini gemar mengguyur hotel Denpasar, dalam rangka shalat berjamaah maghrib bersama keluarga di masjid favorit saya di Denpasar, yaitu Masjid Agung Sudirman Denpasar Bali ada satu tambahan fitur didalam masjid yang membuat saya surprise.  Diatas mimbar, disana telah terpasang sebuah jam digital dengan  angkanya berwarna merah. Sesaat setelah muadzin selesai mengumandangkan  adzan, jam digital itu langsung berubah membentuk 2 baris kata: baris  pertama ‘Iqomat’, dan baris kedua ’05.00′. continue reading…

Kalau Anda berlibur di Bali melalui transportasi pesawat udara, Masjid Baituq Taubah Bali terletak di posisi yang sangat strategis untuk Anda datangi dan melakukan ibadah shalat. Begitu Anda keluar dari Bandar Udara International Ngurah Rai Bali, hanya sektiar 100 meter dari gerbang keluar area bandara, Anda akan dengan mudah masjid ini. Masjid ini bisa dibilang masih terletak di area kantor pengelola bandara Angkasa Pura. continue reading…

Satu lagi informasi tentang keberadaan masjid yang ada di Bali, terutama yang ada di dekat bandara Ngurah Rai Bali. Setelah kemarin saya informasikan sebuah musholla yang terdapat di kedatangan domestik, berikut saya informasikan adanya sebuah masjid yang juga termasuk dekat dengan bandara.

Nama masjid ini adalah Masjid Nurul Huda. Letaknya kurang dari 1 kilometer sejak keluar dari pintu keluar kompleks bandara Bali.  Anda pasti akan melintasi masjid ini begitu keluar dari komplek bandara. Masjid berlantai dua ini lumayan besar sehingga bisa menampung jamaah hingga ribuan. Tempat parkirnya juga sangat nyaman dan luas. Bagi Anda para wisatawan yang misalnya, melakukan sewa mobil atau motor di Bali untuk alat transportasi selama berwisata di Bali, memarkir kendaraan Anda disini untuk kemudian melakukan shalat adalah pilihan yang tepat.

Masjid Nurul Huda termasuk masjid besar yang ada di Bali. Jamaahnya selalu membludak. Shalat wajib, terutama Dhuhur dan Ashar selalu banyak diikuti oleh jamaah yang berstatus pegawai, karena letaknya yang berada di daerah bandara atau tempat kantoran lainnya. Untuk Maghrib dan Isya juga tidak kalah ramainya. Disini sering sekali diadakan pengajian, terutama ba’da Maghrib dan Subuh.

Wassalam,

Arif Haliman

Berlibur ke Bali? Tentunya sangat menyenangkan. Apalagi dilakukan bersama keluarga atau teman-teman, tentu akan lebih menyenangkan. Namun, yang diingat, Bali bukanlah sebuah tempat yang pada umumnya bagi seorang muslim, akan mudah menemukan tempat ibadah (masjid atau musholla), khususnya ditempat-tempat wisatanya. Sementara kewajiban shalat 5 waktu, dengan alasan apapun, tidak bisa ditinggalkan.

Sekedar informasi, bagi Anda yang bepergian ke Bali dengan menggunakan pesawat terbang, kalau Anda menggunakan penerbangan dalam negeri selain Garuda Indonesia, Anda akan mendarat di terminal kedatangan domestik. Beberapa pesawat Garuda biasanya tidak hanya mendarat di domestik, tapi juga di internasinonal.

Bagi Anda yang mendarat di kedatangan domestik bandara Ngurah Rai Bali, tidak perlu kuatir mencari tempat dimana untuk melakukan shalat, apalagi waktu sudah masuk. Disini ada sebuah musholla yang walaupun kecil, tapi cukup bersih. Letaknya berada di sebelah kiri pintu kedatangan, sekitar 30 meter. Tertutup beberapa daun pepohonan, tapi akan mudah ditemukan, apalagi kalau Anda bertanya di pegawai kantin-kantin yang ada disana, dekat musholla itu.

Semoga informasi keberadaan musholla di bandara Ngurah Rai Bali ini membawa manfaat.

Wassalam,

Arif Haliman

Walaupun di Bali umat muslim adalah minoritas, namun di beberapa daerah tertentu seperti daerah Baturiti, Bedugul Bali, umat muslim disana bisa dibilang mayoritas. Penduduk disana kebanyakan adalah muslim, baik yang sudah lama menetap di Bali secara turun menurun, atau para pendatang. Kita akan gampang menjumpai para pedagang yang memakai jilbab, yang menandakan dagangan mereka insyaAllah halal untuk dikonsumsi.

Bagi para wisatawan yang muslim, untuk melakukan shalat wajib sewaktu berwisata di tempat ini, juga akan sangat gampang. Tepat di seberang Danau Beratan Bedugul yang cantik itu, berdiri sebuah masjid di lokasi yang sangat tinggi. Masjid Besar Al- Hikmah adalah namanya. Untuk bisa melakukan shalat di masjid ini, jamaah harus melalui tangga menuju atas. Kurang lebih sepanjang 50 meter. Cukup lumayan untuk melakukan olahraga kaki dengan menaiki tangga masjid ini. Begitu sampai diatas, kita bisa menyaksikan pemandangan Danau Beratan Bedugul yang super keren.

Selain itu, kearah yang menuju Kebun Raya Bali, juga ada masjid lainnya yang cukup nyaman untuk melakukan shalat disana. Saya lupa namanya, tapi lokasinya tepat berada di pinggir jalan utama sehingga gampang untuk menemukannya.

Wassalam,

Arif Haliman

Masjid Agung Sudirman Bali - tampak bagian dalam

Masjid Agung Sudirman Bali - tampak bagian dalam

Masjid Agung Sudirman Bali adalah masjid terluas dan teramai dikunjungi oleh jamaah shalat di Denpasar, dan sekitarnya. Di Bali, Masjid Agung Sudirman bisa dibilang juga sebagai masjid terbesar. Letaknya memang sangat strategis, berada di pusat kota Denpasar, tepatnya di kawasan Jl. Sudirman. Masjid yang tempat parkirnya bisa menampung ratusan kendaraan roda empat ini memang nyaman untuk digunakan shalat berjamaah dengan seluruh keluarga.

Terutama pada shalat Jum’at dan shalat Tarawih (pada hari-hari pertama), masjid ini bisa dipastikan akan ramai dikunjungi para jamaah. Kadangkala, jamaah sampai meluber ke areal parkir. Kalau sudah begini, biasanya, sebagian kendaraan roda empat harus diparkir diluar areal masjid.

Masjid didisain tanpa dinding kecuali bagian depan, sehingga sepoi-sepoi angin terasa sejuk didalam masjid. Apalagi bagian atas (lantai dua) masjid, hembusan angin semakin sejuk sehingga nyaman sewaktu digunakan shalat berjamaah. Semua ustadz atau kiai kelas nasional yang sedang ada acara di Denpasar, insyaAllah mereka dijadwalkan untuk memberikan ceramah di masjid ini.

Masjid ini berdampingan langsung dengan kompleks bangungan Kodam IX/Udayana. Bahkan, masjid agung ini sewaktu diresmikan, yang melakukan peresmian adalah Jenderal (Pur) Wismoyo Arismunandar. Beberapa pengurus masjid juga berasal dari Kodam IX/Udayana, yang juga berfungsi sebagai pelindung.

Bagi yang kebetulan berada di kota Denpasar, baik untuk acara liburan atau bisnis, Anda bisa menyempatkan diri mampir untuk melakukan shalat berjamaah di masjid ini.

Wassalam,

Arif Haliman

Hari minggu kemarin, kami dari tim MuslimBusana.com melakukan sedikit rekreasi dengan mengunjungi Kintamani Bali. Kintamani adalah salah satu tempat wisata terfavorit di Bali. Kalau berlibur ke Bali, tanpa mengunjungi Kintamani seakan belum lengkap. Berada didaerah ketinggian, Kintamani menawarkan obyek gunung berapi (volcano) yang masih aktif, dengan latar depan Danau Buyan yang cantik.

Disekitar danau, ada satu lagi obyek wisata yang tidak kalah menariknya. Menarik, sekaligus mungkin sedikit menyeramkan. Obyek wisata ini terletak di desa Trunyan. Kita bisa sampai disana dengan menyewa perahu seharga Rp 300.000 (kurang lebih 20 menit perjalanan pp). Di Trunyan, kita bisa menyaksikan mayat-mayat yang disandarkan begitu saja di pohon-pohon besar. Prosesi pemakaman seperti ini sangatlah unik. Lebih unik lagi, mayat-mayat tersebut tidak mengeluarkan bau, karena ternetralkan oleh kemenyan pohon.

Sebagai seorang muslim, berwisata ke Bali tentu ada tantangannya. Yaitu, disamping mencari tempat makan yang halal, juga menemukan masjid untuk beribadah. Nah, untuk informasi, di obyek wisata Kintamani ini, sekitar 2 kilometer (arah yang menuju Singaraja), ada sebuah masjid yang cukup nyaman. Masjid Al Muhajirin Kintamani namanya. Mungkin ini satu-satunya masjid yang ada disini. Saya menjumpai cukup banyak wisatawan yang melakukan ibadah shalat disini. Umumnya, mereka melakukan shalat Dhuhur, karena memang waktu terbaik untuk mengunjungi Kintamani adalah siang hari menjelang sore.

Nah, demikian sedikit informasi dari kami. Tidak ada alasan untuk tidak bisa shalat sewaktu mengunjungi tempat wisata Kintamani di Bali. Semoga membawa manfaat bagi semua umat muslim untuk tetap bisa beribadah shalat, sewaktu berwisata ke Kintamani Bali.

Wassalam,

Arif Haliman